| Red-Joss.com | Orang yang ‘low profile’ cenderung tak menganggap dirinya selalu lebih baik dari orang lain (walaupun dia memang kompeten). Kita bisa mengambil salah satu tokoh Alkitab yang memiliki sifat yang ‘low profile’, yaitu Daud.
Narasi tentangnya sangat jelas. Daud adalah tukang angon atau penggembala domba yang tanpa dipilih Yahwe untuk mengalahkan Goliat, musuh Israel yang paling ditakuti. Daud hebat, tapi tidak pernah jumawa. Kehebatan Daud (menurut saya) justru nampak, ketika ngaku bersalah, melakukan ‘power abuse’ untuk untung diri. Lagi pula, Daud tidak membuat narasi membela diri dengan menggunakan wibawa yang dimiliki.
Seperti halnya Daud. Kita pasti tidak bebas dari para pembenci. Bahasa nownya ‘hatters‘. Sebagai tokoh yang bijak, Daud tidak membalas mereka dengan cara apa pun. Karena Daud tahu ‘Hatters gonna hate‘. Sebaik apa pun peri dirimu, sehebat apa pun buah karyamu, selalu saja ada yang mencela, tidak senang, bahkan membenci. Maka, seperti Daud tidak perlu mencari-cari untuk membela diri. Orang yang menyenangi kita tidak butuh itu, mereka melihat fakta bukan kata. Sebaliknya orang yang tidak suka, tak akan percaya apa pun kata kita.
Tentang hal ini Gus Dur pernah berkata: “Manusia sekelas Nabi saja masih ada yang membenci. Apalagi manusia seperti kita.”
“Jadi terus saja melayani, ya, Pak?” kata seorang aktivis OMK, ketika merasa kecewa, karena ada saja yang tidak menyenanginya.
“Yes, Bro,” jawabku.
Salam sehat dan tetap semangat.
…
Jlitheng

