Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang mengalami proses pendidikan.”
(Didaktika Antropologis)
…
| Red-Joss.com | Tulisan ini saya turunkan berdasarkan keterkejutan saya atas hasil penelitian seorang profesor dari Universitas Harvard, Lant Pritchett.
Apa hasil penelitian beliau yang sungguh mengejutkan saya?
Apa Hakikat Dadar Edukasi?
Dikatakan, bahwa jika tidak ada revolusi industri, maka pendidikan di Indonedia itu akan tertinggal 128 tahun.
Mengapa dapat terjadi demikian? Ternyata rahasianya ialah, karena pendidikan di Indonesia itu ‘tidak memanusiakan manusia’ (homo humanus), tetapi pendidikan kita lebih condong alias berorientasi pada dunia industri. Bukankah dunia industri itu, justru tidak ada relasi langsung dengan dunia edukasi?
Jika iklilm pendidikan kita lebih berbondong pada dunia industri, maka yang terjadi adalah pendekatan standarisasi atau pendekatan pada aspek kepatuhan.
Jika dunia pendidikan kita selalu berorientasi pada aspek industri dan kepatuhan, maka kini kian jelas, dunia edukasi kita hanya diukur berdasarkan administrasi.
Ada sejumlah penggelaran yang sangat humanis edukatif yang berkaitan dengan proses pembentukan dasar katakter kemanusiaan yang sudah lazim dikenal di dunia.
Seperti: proses homo humanus, homo sapiens, homo socius, dan homo educandum.
Homo Educandum
Manusia adalah makhluk pembelajar yang berpredikat sebagai ‘homo educandum,’ artinya manusia sebagai makhluk yang sanggup untuk menerima proses pendidikan (educabke).
Berdasarkan beberapa pokok pemikiran dan analisis di atas, maka dapat disimpulkan, bahwa orientasi dunia pendidikan kita selama ini, memang sudah salah kaprah. Alias telah salah memasuki kamar lain.
Mengapa? Karena orientasi dunia pendidikan kita, justru berorientasi pada dunia industri alias dunia materi semata.
Dampaknya, bahwa para โout putโ pendidikan kita dianggap sangat berkualitas, jika mereka diterima di dunia kerja sebagai pekerja alias karyawan semata.
Padahal di sisi lain, para โout putโ kita itu belum tentu memiliki kedewasaan mentalitas dan kematangan jiwa.
Maka, proses pendidikan sejati adalah proses yang berorientasi untuk membentuk manusia agar dapat menjadi manusia sejati. Hal ini, justru tidak ada relasinya dengan dunia industri atau dunia kerja, bukan?
Para โout putโ kita, justru membutuhkan waktu untuk berproses demi pembentukan pribadi jadi manusia dewasa yang bernurani dan berkarakter handal serta bukan sekadar sebagai seorang karyawan.
Dalam konteks ini, aspek pembentukan mental dan moralnya perlu diutamakan dan tidak sekadar otak serta keterampilannya.
Manusia itu bukanlah robot, tapi sebagai manusia yang berhati nurani.
Maka, yang utama dan pertama dibentuk adalah aspek kedewasaan mental, moral, dan spiritualnya.
…
Kediri,ย 24ย Juliย 2024

