| Red-Joss.com | Saban pagi kulintasi lampu merah yang memuat banyak kisah tentang beda perilaku hidup, seperti polah tidak sabar yang dipertontonkan oleh banyak pengendara sepeda motor, dan ketekunan yang ajek ditampilkan para pengamen yang suaranya enak didengar ataupun parau tanpa nada. Keduanya hadir demi hidup dan tidak memaksa orang lain untuk memberi secara sukarela.
Sikap hidup harian mereka pantas diduga berpengaruh, ketika mereka berdoa, sujud di hadapan Allah. “Instan versus tekun.”
Acapkali seseorang jadi gamang dan ragu, ketika doa dan harapannya pada Tuhan terasa tak dikabulkan. Ada rasa ditinggalkan. “Why me.” Mengapa aku?
“Mintalah maka kamu akan mendapat dan ketuklah maka pintu akan dibuka untukmu…”
Spirit dasar dari doa adalah kepercayaan dan ketekunan. Percaya, bahwa Allah akan mendengarkan dan mengabulkan doa kita. Mengapa ketekunan?
Ketekunan bisa membuat yang tudak mungkin jadi mungkin.
Ketekunan akan merubah dari kemungkinan kecil jadi kemungkinan besar. Merubah keraguan jadi harapan.
Dan …
Ketekunanlah yang merubah kemungkinan besar jadi kepastian. Ketekunan merubah harapan jadi kenyataan, karena iman yang teguh.
Tetaplah berlutut. Tetaplah bersujud di hadapan Allah. Juga, ketika diri ini merasa seperti tak didengar. Percayalah! Cobalah lihat dari sisi lain. Karena tidak ada yang instan dalam hidup ini.
Salam sehat dan tetap semangat.
…
Jlitheng

