Bagian 11
| Red-Joss.com | Doa adalah aspek esensial dari iman Katolik, sarana komunikasi dan persekutuan dengan Tuhan. Doa adalah mengangkat hati dan pikiran kepada Tuhan, mengekspresikan cinta, rasa syukur, adorasi, dan petisi kita. Melalui doa, kita memasuki hubungan pribadi dengan Tuhan, mencari bimbingan-Nya, dan bertumbuh dalam keintiman dengan-Nya.
Katekismus Gereja Katolik memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang doa. Menurut ayat 2558, “Doa adalah peningkatan pikiran dan hati seseorang kepada Tuhan atau permintaan hal-hal yang baik dari Tuhan.” Ini adalah bagian vital dari kehidupan Kristen, karena memungkinkan kita untuk bertemu Tuhan, mengekspresikan iman kita, dan mempererat hubungan kita dengan Dia.
Doa dapat berupa berbagai bentuk, termasuk doa vokal, meditasi, dan doa kontemplatif. Doa vokal melibatkan penggunaan kata-kata untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan kita kepada Tuhan. Ini dapat mencakup membaca doa, seperti Bapa Kami atau Salam Maria, atau secara spontan berbicara kepada Tuhan dengan kata-kata sendiri. Dalam paragraf 2700, Katekismus menyatakan, bahwa doa vokal adalah unsur esensial dari kehidupan Kristen dan harus muncul dari hati.
Meditasi adalah bentuk doa yang melibatkan merenungkan dan merefleksikan misteri Tuhan dan firman-Nya. Ini adalah cara untuk melibatkan kecerdasan dan imajinasi, memungkinkan Tuhan untuk berbicara kepada kita dan memperdalam pemahaman kita tentang kebenaran-Nya. Dalam paragraf 2708, dijelaskan, bahwa meditasi melibatkan pikiran, imajinasi, emosi, dan keinginan dan berusaha untuk memperdalam iman, pertobatan, dan persatuan kita dengan Kristus.
Doa kontemplasi melampaui kata-kata dan pikiran, memasuki persekutuan yang diam dan menerima dengan Tuhan. Doa istirahat di hadapan Tuhan, memungkinkan Dia untuk berbicara kepada hati kita dan mengubah kita. Dalam paragraf 2717, digambarkan doa kontemplatif sebagai tatapan iman yang tertuju pada Yesus dan perhatian yang sederhana dan penuh kasih kepada kehadiran Tuhan.
Doa bukan hanya komunikasi satu arah, tetapi dialog dengan Tuhan. Dalam doa, kita mendengarkan suara Tuhan, mencari bimbingan-Nya dan menyerahkan diri kepada kehendak-Nya. Dalam ayat 2562, dinyatakan, bahwa doa adalah respon iman terhadap janji bebas keselamatan dan juga respon cinta terhadap haus anak Tuhan yang satu-satunya.
Doa tidak terbatas pada waktu atau tempat tertentu, tapi dapat dilakukan kapan dan dalam keadaan apa pun. Dalam paragraf 2697, dijelaskan, bahwa doa adalah kehidupan hati yang baru dan memanjang sepanjang siang dan malam.
Doa bukan semata-mata tindakan individu, tapi juga bisa bersifat komunal. Dalam paragraf 2691, dinyatakan, bahwa keluarga Kristen adalah tempat pendidikan pertama dalam doa dan paroki adalah komunitas Ekaristik dan jantung kehidupan liturgis keluarga Kristen.
Singkatnya, doa dalam iman Katolik adalah mengangkat hati dan pikiran kepada Tuhan, sarana komunikasi dan persekutuan dengan-Nya. Hal ini dapat berupa berbagai bentuk, termasuk doa vokal, meditasi, dan doa kontemplatif.
Doa adalah dialog dengan Tuhan, respon iman dan cinta, dan dapat dilakukan kapan dan dalam keadaan apa pun. Ini adalah tindakan individu dan komunal, menumbuhkan keintiman dengan Tuhan dan pertumbuhan dalam kehidupan Kristen.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

