Simply da Flores
…
Berjalan menjelajahi warna-warni nasib
hari ini sampai di hutan bambu
Ada angin memetik melodi di dedaunan
Ada burung bernyanyi di tangga pepohonan
Ada satwa berlarian di dada semak
Ada riuh gemericik air sungai mengalir
Hamparan batu diam tenang menyimak
Aku rebahkan lelah di antara bebatuan
Beberapa sahabat bersandar di pelukan akar berjejer
Yang lain tergeletak di hamparan daun kering
Datang belajar pada hutan bambu
Ratusan rumpun dan ribuan pohon bambu
beraneka jenis bambu besar dan kecil
yang sudah banyak gunanya bagi manusia
juga untuk ekosistem alam lingkungan
Para bambu senandungkan kisah
“Saat hujan dan panas kami tetap bertahan
hijau sejuk bisa menjadi kering gersang
Yang sudah tua akan kering dan lapuk
Selalu tumbuh tunas dan rebung penerus
Akar bersatu padu menghadapi musim
Rumpun bergotong royong bertahan hidup
Daun bersemi silih berganti
Banyak makhluk mengambil manfaat
Juga manusia selalu menggunakannya
Kami terus ada dan menjadi
kami hidup bertumbuh kembang
Syukur jika memberi arti dan makna”
Para bambu bagikan cerita alam
“Ketika angin sepoi berhembus
kesegaran udara menjadi senandung
Saat angin keras dan topan menerjang
Persatuan dan kebersamaan diuji
Kami mesti saling menopang dan menguatkan
Memang ada yang patah dan tumbang
Tetapi untuk melindungi keberlanjutan”
Para bambu nyanyikan suka cita
“Kami biasa ditebang dan digunakan
Manusia menjadikan berbagai perabot
Ada yang menjadi bahan bangunan
Ada yang menjadi pagar pengaman
Ada juga dibuat alat musik
Ada yang dijadikan senjata berburu
Ada juga sebagai alat perang
Zaman sekarang banyak kreasi dan inovasi
untuk aneka kebutuhan manusia
Sedangkan makhluk lain pun hidup bersama kami
karena mendapat aneka manfaat
Kami bangga karena bisa bermanfaat”
Ada catatan duka lara para bambu
“Ketika tangan jahil individu atau kelompok
Entah mengapa dan untuk apa
Entah kebodohan atau kerakusan
Bara ditebar dan nyala membakar kami
hanguskan daun kering, membakar akar dan batang
Tinggalkan arang dan debu hitam
Mengusir berbagai marga satwa
Membunuh dan merusak ekosistem
Nasib kami seperti pembabatan hutan
untuk perkebunan, tambang dan pemukiman
Kami merana dan banyak yang punah”
Seharian berada di hutan bambu
dalam sebuah kelana menjelajah rimba
Panas terik tidak terasa
karena hijau dan rimbun rumpun bambu
yang diterpa angin sejuk sepoi
justru memberi hening kedamaian
Datang di hutan bambu yang asri
seperti hadir belajar banyak hikmah
Kisah cerita alam dari rumpun bambu
Pesan sabda semesta dalam alam lingkungan
telah dituturkan dalam hening sunyi
terus dikumandangkan dalam alunan melodi
Wejangan kearifan rumpun bambu
Petuah bijak bestari hukum kodrati Menegaskan pentingnya relasi mutlak manusia dan alam
Harusnya ada kesadaran harmoni dalam setiap pribadi
Mesti ada kemauan untuk menjaga keberlanjutan dan kelestarian relasi arif
dengan upaya nyata tanggungjawab memanfaatkan isi alam lingkungan
Sebagai bukti terima kasih dan syukur
“Isi alam lingkungan semesta
adalah saudara dan saudari kita
Bumi adalah Ibu kita
Matahari adalah Ayah kita
Semua milik Sang Penari Agung
semua adalah tarian abadi-Nya”
…

