“Forgiveness doesn’t change the past, but it does enlarge the future.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Setiap orang mempunyai alasan tersendiri untuk bisa memaafkan atau tidak memaafkan seseorang dalam hidupnya. Apa pun keputusan itu, perlu dan pantas untuk dihargai.
Kadang untuk memaafkan itu sulit memang. Apalagi untuk melupakan. Jika luka dan kekecewaan itu terlalu dalam. Setiap kali melihat wajah orang itu, kita jadi jengkel, kesal, emosi, bahkan naik pitam, karena dendam. Jangankan untuk melihat wajahnya, kita mendengar nama itu disebut, dada ini jadi menyesak dan sakit.
Sesungguhnya, memberi maaf itu gunanya tidak untuk dia yang berbuat salah. Tapi maaf itu untuk diri ini. Karena maaf itu akan mengganti marah dan dendam itu jadi kasih dan damai. Maaf itu meyembuhkan luka, kecewa, dan sakit hati. Kita berbesar hati untuk berdamai dengan diri sendiri.
Jadilah bijaksana, meskipun kita tahu tidak bersalah, tapi berani dan mau meminta maaf. “Maius est illuminare, quam lucere solum.” Ketimbang sekadar bersinar, lebih baik kita yang menyinari sesama, dan bahagia.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, SCJ

