Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Sebagai seorang Guru yang hebat, Anda berada di level yang mana?”
(Didaktika Hidup Sejati)
…
| Red-Joss.com | Tulisan ini terfokus pada proses keterampilan seorang Guru di saat dia menyajikan materi pelajaran kepada para muridnya di kelas.
Apakah Anda seorang calon Guru, seorang pensiunan Guru, ataukah mungkin juga Anda, kini masih aktif sebagai seorang Guru?
Semoga roh dari tulisan ini mampu menjiwai dan menginspirasi di saat proses belajar-mengajar Anda.
Guru yang Menarik dan yang Membosankan
Siapakah sejatinya seorang Guru? Dalam konteks roh dan isi tulisan ini, sebetulnya hanya para murid yang secara tepat akan mampu menjawabnya. Mengapa?
Tak jarang kita mendengarkan ocehan keras atau bahkan keluhan panjang dari para murid, berdasarkan ‘cara bagaimana Guru mereka berproses’ saat belajar-mengajar di dalam kelas.
Maka, lahirkan sejumlah cap berupa sanjungan atau celaan yang mengalir dari mulut para murid. Semisal si Guru A itu memang Guru hebat. Si B itu, Guru ngacao. Si C itu Guru yang sungguh membosankan. Atau si D itu, justru sebagai Guru yang selalu menegangkan suasana batin para murid.
Mengapa sampai melahirkan aneka reaksi dan pemberian aneka cap serupa itu? Hal itu terjadi berdasarkan bagaimana cara atau pendekatan Guru itu saat mengajar di kelas.
Empat Level sang Guru
Berdasarkan pendekatan teoritis soal cara seorang Guru berproses di depan kelas, maka setidaknya terdapat empat level sang Guru.
(1) Medium Teacher. Guru yang di saat proses belajar-mengajar, dia akan banyak bicara sebagai keunggulannya.
Namun bahayanya, jika dia hanya berhenti pada level bicara, maka Guru model ini akan terlindas oleh kecanggihan teknologi.
(2) Good Teacher. Mutunya, bahwa dia sangat unggul di dalam menjelaskan (explain), materi secara sangat rinci dan mendetail.
Bahkan Guru model ini, dapat mengungguli kecanggihan teknologi, karena pada batas-batas tertentu, teknologi tidak mampu menjelaskan materi secara sangat rinci dan mendetail.
(3) Excellent Teacher. Mutunya, bahwa dia sudah mencapai level yang lebih tinggi, dengan mendemonstrasikan materi pengajarannya.
Ada pun ekses positif dari pendekatan ini, bahwa para murid akan sangat mengingat isi materi, karena disajikan secara demonstratif.
(4) Great Teacher. Inilah level tertinggi dari pendekatan Guru di saat proses belajar-mengajar.
Mengapa? Karena pada level ini, Guru itu tidak lagi sekadar bicara, menjelaskan, atau mendemonstrasikan materi.
Tapi Guru hebat ini, justru telah mampu โinspireโ (menginspirasi), para muridnya. Lewat pendekatan ini, maka para murid itu akan terinspirasi pula.
(Dari berbagai Sumber)
Kini sebagai seorang Guru yang masih aktif, Anda sudah berada di level yang ke berapa?
Sesungguhnya Guru yang telah mampu membangun inspirasi di dalam diri para murid dapat disimbolkan sebagai Guru yang telah menyerahkan bara api pembuka cakrawala para murid!
…
Kediri,ย 19ย Juliย 2024

