Ketika pasangan tidak lagi bisa bersendagurau, tanda hambar di depan mata.
Sudah lama menikah itu tidak menjamin mulusnya hubungan dalam rumah tangga. Ya, bukan hal yang mustahil, pernikahan terasa hambar, walaupun pasangan suami istri sudah lama menikah. Apa sebab?
Dikutip dari buku ‘The Great Marriage‘, pada umumnya masa bulan madu pernikahan dapat dinikmati sekitar satu hingga tiga tahun. Setelah itu, tanpa pengetahuan mengenai pernikahan yang sehat serta usaha yang gigih untuk mempertahankan cinta, pasangan akan mudah terjebak dalam pernikahan tanpa cinta (loveless marriage) atau yang disebut cinta kosong (empty love). Kekosongan itulah yang menyebabkan pernikahan terasa hambar.
Salah satu tanda hadirnya ‘loveless marriage’ adalah menurunnya kesanggupan pasangan untuk bersenda gurau. Hidup dalam rutinitas tingkat tertinggi, semua (berdua), tidur, bangun, duduk, makan, doa, misa, jalan, semua sangat teratur, dengan kedisiplinan waktu dan bahkan tempatnya.
Contoh senda-gurau pembangkit rindu:
Istri: Pa, setelah menikah kenapa Papa nggak pernah ajak Mama jalan-jalan lagi?
Suami: Coba diingat lagi, Ma. Kita menikah karena apa?
Istri: Ya, inget dong. Karena jodoh, Pa!
Suami: Nah, benar sekali, Ma. Sesuai bunyi pepatah, kalau jodoh kan pasti nggak ke mana.
Jika pernikahan terasa hambar, jumpai ahli humorologi. Pasti kejenakaan bersemi lagi dan kehangatan mengisi hati nan sepi, karena lama terganjal persepsi, bahwa kaya itu pasti bahagia. Yang benar adalah tertawa bersama.
Salam sehat dan bahagia.
…
Jlitheng

