Fr. M. Christoforus, BHK
“Diam itu emas.
Lebih bijak kita mendidik mulut.
Berbuat nyata tanpa pencitraan.
Ikhlas itu dikasihi Allah.
(red-joss.com)
…
| Red-Joss.com | Dalam kesempatan ini kita akan bertandang dan bersandingria dengan โorgan mulutโ manusia. Si rewel nan mungil yang tidak gampang terusik.
Tulisan ini saya turunkan, karena sangat terkesan oleh sebuah motivasi dalam Group Renungan Katolik (inisial red-joss.com).
Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa organ mulut sang manusia itu ternyata telah mampu menginspirasi banyak orang untuk menciptakan aneka kreativitas lewat: tulisan, orasi, ceramah, bahkan lewat mimbar khotbah.
Aneka Idiom โMulutโ
Di dalam peradaban dan budaya bangsa, kita mengenal sejumlah ungkapan dengan kata mulut, a.l. “mulutmu, harimaumu.” Selain itu, juga “mulut emas, mulut kotor, mulut bau, mulut bocor, dan juga mulut besar.”
Saya mengutip sebagai judul tulisan ini berdasarkan untaian kalimat, “Lebih bijak kita mendidik mulut.” Sehingga judul tulisan ini, “Mendidik Mulut.”
Saya masih ingat akan pesan spiritual yang termaktub di dalam Al Kitab, perihal kejamnya si mungil, mulut kita manusia.
Dikatakan, bahwa mulut itu hanya organ tubuh yang sangat kecil, namun mampu mengendalikan tubuh manusia. Laksana sebuah kapal raksasa yang mampu dikendalikan oleh mesin yang relatif jauh lebih kecil. Artinya, sekalipun mulut itu kecil, namun betapa dasyatnya peran organ mulut manusia.
Mari Mendidik Mulut
Ternyata mulut manusia itu perlu diedukasi juga. Bukankah sampai kakek dan nenek kita menghadirkan ungkapan, “mulutmu, harimaumu?”
Hal ini sejatinya mau mengindikasikan, bahwa mulut manusia itu, bisa jadi sangat ganas dan buas bagai seekor harimau nanar.
Untuk itu, mulut perlu dididik agar ia bisa jadi lebih lembut dan beradab, bukan?
Bagaimana sebaiknya strategi jitu kita untuk mendidik mulut?
Berpikirlah matang-matang dan mendalam sebelum Anda bertutur.
Bepikirlah jernih dengan menjauhi sikap emosional, sebelum Anda bertutur.
Bersikaplah dewasa dan beradab, sebelum Anda bertutur.
Hargailah sesamamu lewat tuturanmu yang menyejukan hati /pikiran manusia.
Semoga strategi-strategi sederhana ini dapat menjinakan si harimau lapar alias si ganas mulutmu!
Refleksi:
“Mulut disuapi pisang, pantat dikaitkan onak”
“Manis tuturannya, tapi jahat maksudnya!”
…
Kediri,ย 17ย Juliย 2024

