Anak Putri Semata Wayang
Belalang terbang merana di padang gersang
Terik perlahan tinggalkan bukit dan lembah
Hari terasa semakin lengang dan sepi
Senja kembali lewat menuju pelukan samudra
Dan
kembali aku jumpai Srikandi Penjelajah
di bawah rindang sejuknya beringin
Dia datang membawa beberapa buah segar
dengan kembang kuning bunga mentari cilik
Aku menjamunya dengan kelapa muda
Sepoi angin menghalau dahaga jiwa
Alunan kicau burung kenyangkan lapar jiwa
Kembali Sang Srikandi Penjelajah berkisah
catatan jejak nasib hidup sebatang kara
“Masa kecilku dengan Nenek yang bijaksana
telah membuka mataku melihat realita
Sudah melatih kakiku melangkah berkelana
Telah mengasah rasa dan nalarku lebih tajam
Sudah membuka ruang nurani lebih luas
Lalu menganyam lembar sanubariku dengan warna-warni indah
Namun,…
Aku haus kasih Ibuku
Aku dahaga sayang Ayahku
Kolam bening telaga cinta Nenekku
merangkul jiwa ragaku bernafas
memeluk pikiran dan nuraniku bertumbuh
merawat rasa dan ragaku berkembang
Aku melangkah dan menjelajah
menyadari diri putri sebatang kara”
“Dari pondok sederhana di kampungku
dari desa yang masih jauh dari kemajuan
Aku berkelana menuju gemerlap metropolitan
melihat kilau kemajuan zaman modern
Melatih berkarya mengalami hidup baru
Merenda mimpi melerai air mata
Sebatang kara di tengah keramaian kota
Waktu jadi sahabat sejati
mengenal diri menata pribadi
Aku seperti melihat mimpi di metropolitan
yang pernah terbaca di buku-buku
kini menjadi nyata aku alami sendiri
Menemukan orang-orang berbeda
asal budaya suku bangsa serta profesi
Dan
aku harus belajar menyesuaikan diri dengan kenyataan baru”
Sambil menghela nafas panjang
Srikandi Penjelajah mengakhiri kisahnya
dan ingin mendengar komentar dari padaku
Namun
aku hanya senyum dan memandangi wajahnya
Tak mampu berkata banyak padanya
karena remang malam telah menghalau senja
Saatnya kami mesti berpisah untuk besok bertemu kembali
Angin membawa Sang Srikandi Penjelajah
terbang menuju pantai jumpai ombak samudra
Siulan elang menemaniku meraih puncak gunung
menemui awan kelam
Perjumpaan kedua kami telah terjadi
Aku pulang sambil menulis kisah ini
…
Simply da Flores

