Simply da Flores
…
Kisah Masa Kecil
Kami bertemu di bukit gersang itu
senja melangkah perlahan pulang
angin sepoi berhembus lirih
Aku jumpai seorang gagah penuh senyum
dengan sepasang mata elang rajawali
dengan raga perkasa seorang Srikandi
dengan wajah cantik putri ratu
penuh kesahajaan berpenampilan alami
dengan sosok mempesona rupawan
Dan
setelah bersalaman dan berkenalan
kami rehat nikmati rindang pohon beringin
yang mengawal bukit gersang sunyi
Jauh dari keramaian gemerlap zaman
berjarak dengan riuh kampung pemukiman
Perempuan beliau itu sedang menjelajah
Aku juga sedang berkelana
Perjumpaan dua sosok musyafir makna
seperti antara angin dan cahaya
Dalam keheningan senja itu
kudengarkan kisah Srikandi Penjelajah
tentang warna-warni masa kecilnya
“Aku terlahir dari sebuah keterpaksaan
Ayah dan Ibuku tidak saling mencintai
Namun bisa bersama karena diatur
agar bisa memenuhi kemauan orangtua
Mereka berhubungan raga tanpa rasa
Mereka memadu tubuh kurang pengetahuan
Mereka tidur bersama tanpa kasih sayang
Mereka seolah terlempar dalam tabir gelap
karena tak siap berkeluarga
atas dasar cinta dan kebebasan pribadi
Demi membangun sebuah keluarga baru
Dan
terlahirlah aku dari kenyataan itu
sehingga Ibuku pergi mengembara
dan Ayahku pun berkelana
Maka
Nenekku adalah pengganti Ayah dan Ibuku
mengasuh masa balita hingga anak
menuntun aku berjalan berlari bermain
Aku sebatang kara dan sungguh yatim piatu
Mungkin ini takdir alam semesta
Mungkin ini karma hidupku”
“Tabir tanya masa kecilku
sekarang perlahan mulai disibak waktu
Pengalaman memang guru yang handal
mengajar jemariku menganyam suka duka
melatih kakiku melangkah berkelana
Pada ayat-ayat lembaran buku
aku dibawa menjelajah semesta
aku ditempa melukis diri pribadi
aku diantar temukan jawaban tanya
Dan
hari ini perlahan tabir rinduku tersibak
Hidup ini anugerah untuk disyukuri dan diberi makna
dengan amal kasih sahaja”
Senja pun berlalu dipeluk samudra
Gulita malam sekonyong datang
malam bentangkan tabir kelam
Suara burung malam bersenandung lirih
musik jangkrik mengalunkan simphoni
Angkasa mulai kerlipkan sorot mata
tarian bintang gemulai aneka gaya
Purnama tersenyum dari balik awan
Dan
kami berpisah untuk besok bertemu lagi
Sang Srikandi menuju samudra
Aku menuju puncak gunung
…

