“Menerima itu berkah, memberi itu anugerah.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Setiap orang mempunyai harapan, setiap orang mempunyai cita-cita; ingin lebih sehat, sukses, kurus, atau lebih bahagia. Ingin jadi orang kaya, berkecukupan, dan terkenal.
Hidup itu harus mempunyai tujuan, mimpi, dan harapan. Selain itu, jangan lupa: tetaplah jadi orang baik!
Karena pada dasarnya setiap manusia yang lahir di dunia itu sebagai orang baik. Lahir sebagai orang yang mempunya hati dan empati. Tidak ada manusia yang lahir sebagai orang yang cuwek dan jahat. Tapi kadang tanpa disadari lingkungan itu yang membuat kita berubah.
Kesibukan sering membuat kita jadi orang yang kurang peka. Terlalu opsesi jadi sulit berbagi dan jadi iri. Karena terlalu sibuk dan pekerjaan menumpuk, kita jadi tidak sabaran, mudah marah, dan emosian. Karena ambisi jadi individualis dan egois. Kita mau menang sendiri dan sulit berempati. Sebagai manusia, seharusnya mengisi hati ini dan hidup dengan kebaikan.
Jadi baik itu tidak berarti harus memberi sumbangan, uang, donasi, dan amal. Tidak perlu hal besar untuk menebar kebaikan. Dari hal yang kecil dan biasa saja, kita bisa membuat sesama jadi tersenyum. Kita jadi baik dengan tidak nyinyir dan menghujat. Juga kita jadi orang baik dengan lebih sabar, peka, dan lebih peduli.
Kita sabar, ramah, mau mendengarkan, dan jadi sahabat bagi mereka yang sedang kesulitan. Membuatkan kopi untuk istri, suami, dan rekan kerja di pagi hari. Mendahulukan orang yang mengantri di belakang kita, memberi jalan bagi pengendara yang mungkin terburu-buru, dan masih banyak kebaikan lain. Ingat, kebaikan itu bukan kewajiban tapi kesempatan untuk jadi berkat.
Coba direnungkan kebaikan yang Tuhan berikan pada kita dan yang kita bagikan pada sesama. Kebaikan itu tidak untuk dibalas, tapi diteruskan pada mereka yang membutuhkan. Kita sadar, tidak mungkin kita menyenangkan semua orang dan berbuat baik untuk semua orang, tapi kita bisa berbuat baik pada orang-orang yang Tuhan taruh dalam hidup kita. Juga pada wajah-wajah yang kita temui setiap hari.
Tuhan memberi kita hidup, bukan kita membutuhkannya. Tapi, karena ada orang lain yang membutuhkan kita. Ingat, setiap kebaikan yang tulus kita taburkan, maka kebaikan akan mendatangi kita dan jadi berkat.
Jadikan hidup kita sebagai saluran berkat Tuhan agar Dia yang menyaksikan semua itu tersenyum.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

