Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Buah jatuh tidak jauh dari pohon versus buah jatuh tidak selamanya dekat dengan pohon.”
(Peribahasa Bangsa Kita)
…
| Red-Joss.com | Di Negara-negara yang masyarakatnya berbahasa Inggris, ada adagium, “Like father like son.“
Sedangkan di negeri kita, terdapat peribahasa yang mirip, “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.”
Ya, tulisan ini tentu ada kaitannya dengan faktor genetik atau aspek hereditas (darah dan keturunan).
Namun kali ini, kita akan ditantang oleh sebuah prinsip paling agung yang ditawarkan oleh pujangga dunia, Kahlil Gibran.
Anakmu itu bukanlah Milikmu
Sang Penyair dunia itu berpendapat, bahwa anak-anak itu memiliki karakter dan kepribadian sendiri sekalipun mereka berasal dari sebuah keluarga.
Bahkan dikatakannya pula, bahwa kamu (orangtua) boleh menguasai raganya, tapi tidak untuk jiwanya. Sebab mereka mempunyai masa depannya sendiri.
Tulisan yang berseting ranah edukatif ini, bertolak dari kisah heroik (youtube) berjudul, “Ayah Brutal, tapi Anak Tidak.”
Antara Kejahatan dan Kebaikan
Dikisahkan bahwa seorang remaja sangat terperanjat di saat dia menyaksikan wajah sang Ayah yang disiarkan via layar televisi (AS).
Ayahnya ternyata telah secara brutal merampok seorang pria yang berujung maut alias meninggal dunia.
Apa yang kelak terjadi? Remaja itu dengan jiwa besar pun berusaha untuk mendekati pihak keamanan, agar dia diizinkan untuk bertemu dengan keluarga korban.
Ternyata usaha tulusnya itu berujung sukses. Karena dia dibolehkan untuk berjumpa dengan Istri korban.
Saat bertemu, remaja itu meminta maaf atas tindakan kejam sang Ayah.
Sambil menyodorkan sejumlah uang dollar kepada Istri korban, “Terimalah uang ini, yang saya terima dari Ayah beberapa hari yang lalu. Saya sangat yakin, bahwa uang ini adalah hasil rampokan Ayah.”
Dengan wajah haru dan tampak sangat keibuan, berserulah sang Istri korban, “Kamu anak yang baik Nak, pakailah uang ini buat kebutuhanmu!”
Apa yang tersimpan di dasar sumur dada batimu, kala merenungi kisah heroik ini?
Sesungguhnya tidak banyak kisah berdarah-darah yang berlatar sebuah perampokan sadis yang akan berakhir semanis ini.
Sungguh, buah itu tidak selalu jatuh di sekitar pohon!
Lewat sebuah potret buram, namun yang berakhir mulia ini, tersimpan sebuah amanat, “Sungguh betapa agungnya, jika anak-anak kita memiliki juga karakter mulia!
…
Kediri,ย 10ย Juliย 2024

