Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Tak ada yang lebih rumit di jagad hidup ini selain daripada makhluk manusia.”
(Didaktika Hidup Sadar)
…
Apa dan siapakah sejatinya makhluk manusia itu? Sesungguhnya, dia adalah ciptaan yang paling spesial dan unik di atas dataran jagad hidup ini.
“Pentingnya Pengajaran Humaniora.“
Apa itu ilmu Humaniora?
Ilmu pengetahuan yang bertujuan mempelajari dan menafsirkan atau merekonstruksi manusia secara individu pun komunal.
Manusia perlu mempelajari ilmu humaniora, karena manusia itu didorong untuk berpikir dan bersikap kreatif, dengan kematangan prinsip moral dan disiplin dalam berpikir.
Bidang-bidang ilmu pengetahuan yang dapat digolongkan ke dalam kelompok ilmu humaniora antara lain, ilmu sastra dan budaya, sejarah, filsafat, bahasa, agama, dan bidang-bidang seni.
Tulisan yang bernuansa edukatif ini akan lebih terfokus pada aspek pentingnya kita (manusia) untuk membaca ilmu sastra, sejarah, dan filsafat.
Hal itu penting, karena lewat membaca ilmu sastra kita diajak untuk bertemu dengan gagasan besar kisah tentang sang manusia dan kemanusiaannya.
Di dalam sana, kita akan bertemu dengan manusia yang sukses dan juga menderita dan bahkan dengan keunikannya dalam menentukan pilihan hidupnya yang tidak selalu tegas.
Lewat mempelajari teks ilmu sejarah, manusia itu tidak sekadar menjumpai secara kronologi proses berlangsungnya sejarah yang tidak sekadar berupa data tahun dan nama para pejuang, namun di sana akan berjumpa dengan proses, bagaimana sikap kesatria orang-orang yang rela untuk berkorban, juga bagaimana sistem serta strategi perjuangannya.
Di dalam membaca ilmu filsafat yang juga disebut ilmu haus nama itu, sang manusia diajak untuk belajar berpikir kritis, tajam, dan mendalam hingga ke akar permasalahannya.
Jembatan atas Kepincangan Cara Berpikir Kita
Bahkan pentingnya ilmu humaniora yang disebut juga sebagai ilmu yang mampu memajukan sang manusia, sehingga mampu mencapai kemanusiaannya sejati.
Maka, ilmu Humaniora disebut juga sebagai โartes liberalesโ yakni studi tentang kemanusiaan.
Hal ini akan sungguh penting untuk diterapkan di negeri ini, demi mengimbangi lajunya orientasi berpikir masyarakat kita, yang sudah salah kaprah dengan lebih memfokuskan diri pada tujuan pendidikan yang mengutamakan pada penajaman akal budi semata.
Jika ingin mengenal secara mendalam siapakah sejatinya sang manusia, silakan Anda memasuki arena kandang humaniora.
Sejatinya manusia adalah manusia dan bukan tembok beton.
Maka, dialah sang humanis sejati yang tidak pernah akan ada tandingannya!
…
Kediri,ย 9ย Juliย 2024

