Simply da Flores
…
1.
Sampai Juli Masih Hujan
Ada aneka tanya tentang musim
Mengapa sampai Juli masih hujan turun
Petani nelayan kewalahan menghadapi
musim tanam, panen dan merawat
Yang dilanda bencana merintih merana
Banjir longsor datang melanda
Tetapi
ada yang tersenyum ceria dan lega
lahan kering tandus menjadi segar
debu dan polusi dibasuh hujan
Musim sedang pancaroba
Hujan pun masih turun mengguyur
2.
Debu Polusi Kota
Kehidupan diburu tagihan kebutuhan
semua hal harus dibayar dengan uang
Situasi kota berbeda dengan kampung
Modernisasi berbeda dengan tradisional
Hal yang sosial menjadi transaksional
Hujan mengguyur wajah kota
Debu polusi memang dibasuh
namun yang di lingkungan kumuh
sering menjadi sasaran banjir
Mungkin karena got disumbat sampah
Mungkin karena perbedaan kelas sosial
Mungkin karena kebijakan pembangunan
Mungkin karena hujan tak kompromi
Mungkin karena inilah dinamika zaman
Alam dan manusia berkelahi adu nyali
Siapa yang berkuasa atas kehidupan
Siapa raja alam semesta
3.
Bencana Alam Terjadi
Manusia hidup dari alam lingkungan
Bahkan
Alkitab menuliskan pesan sakral
Manusia tercipta dari debu tanah
dan akan kembali menjadi debu tanah
Selama hidup manusia tergantung mutlak di alam
Meskipun manusia membuat hukum dan teknologi
dengan kecanggihan akal pikiran
Ketika bencana alam terjadi
banjir, longsor, kekeringan, gempa
biasa banyak yang menjadi korban
dan justru masyarakat kecil sederhana
Tetapi
yang punya kuasa jabatan dan modal
luput bebas berpesta pora dengan hartanya
Dan
ada alasan pintar dengan kata-kata
bisa menggugat alam lingkungan
bisa persalahkan masyarakat kecil
bisa banyak argumen penjelasannya
Bahkan
Bencana bisa menjadi proyek menarik
dengan anggaran yang menggiurkan
dan justru menjadi bencana pula
karena bisa lahir bencana korupsi
4.
Hujan Banjir Politik
Tanah air terus diguyur hujan politik
perebutan kekuasaan eksekutif dan legislatif
Habis pemilu legislatif, senator dan pilpres
dilanjut dengan marak proses pilkada
Yanga didorong energi menang kalah
dan kekuatan uang sebagai senjata
demi meraih takhta kekuasaan
Longsor demokrasi terjadi dimana-mana
Banjir manipulasi dan obral janji
Terjadi genangan transaksi hak suara
Karena
tujuan kekuasaan bukan res-publica
bukan menegakkan demokrasi
baikan demi cita-cita proklamasi
Pancaroba prinsip dan nilai luhur terjadi
Kata-kata sakral dan fakta berbeda
Harkat martabat menjadi kata dan angka
Kebenaran terus dimanipulasi
demi keserakahan dan gengsi
Entah individu dan kelompok
Entah organisasi dan geng
Entah investor dan oligarki
Maka
Rakyat terus bertanya, bingung menjerit
Rakyat didera banjir longsor dan terlunta
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

