Simply da Flores
…
Mungkin karena ini pancaroba
ataukah musim telah berganti
sehingga selama Juni hingga awal Juli
masih hujan deras angin badai
Terjadi di berbagai pelosok negeri
Dan
seribu tanya bagi para petani
untuk mengatur waktu tanaman
atau menjemur hasil panenan
Ada yang berdukacita menyambut hujan
segarkan alam dan mengusir terik polusi
Ada yang menangis lara menderita
diterjang bencana banjir dan longsor
Alam punya aturan sendiri untuk musim
meski bisa diprediksi dengan teknologi
namun tak mampu diatur sepenuhnya
oleh kemampuan canggih manusia
Akhirnya harus berjuang bersahabat
dengan semua perubahan alam
karena manusia tergantung pada lingkungan
Masih hujan di awal Juli
Air mata langit mengguyur bumi
Jawaban angkasa pada darat dan samudra
Dan
manusia harus berjuang menerima fakta alam lingkungan
Ada yang mampu beradaptasi
Ada yang menikmati dan bersukacita
Ada yang dilanda bencana alam
Ada yang menjadi korban musibah
Warna-warni pengalaman hadapi hujan hingga awal Juli
Aneka reaksi nurani sanubari insani
dalam mengalami fenomena alam
Bahkan
ada yang tak peduli apa pun musimnya
karena berbagai alasan diri pribadi
Khususnya mereka yang tak berdaya dan sedang putus asa
yang letih lesu miskin dan menderita
yang di arena perang dan pengungsian
yang sedang dicengkram berbagai problema pribadi dan tak tahu harus berbuat apa atau mengharap siapa
Berjalan menyusuri jalanan metropolitan
setelah tengah malam hujan berhenti
Udara terasa sejuk dan nyaman
karena debu dan polusi baru dibasuh
Jalanan kembali ramai hilir mudik manusia
kendaraan ramai berpacu meraih tujuan
Ada barisan penjual jajan bersepeda
menawarkan minuman kepada pemirsa
Entah yang sedang menunggu kendaraan
Entah yang pulang kerja malam
Entah yang sedang nongkrong di trotoar
Entah yang sedang bekerja malam
Di bawah gemerlap lampu kota metropolitan
dengan sejuta peluang dan harapan
bagi yang datang menghuni Jakarta
Saat rehat di bangku jalanan
terlihat beberapa berita dari kampung
bahwa biasanya musim panas terik
ternyata masih ada juga hujan di sana
Dan
ada kisah menarik lainnya di sosmed
Banyak bakal calon peserta pilkada
sedang berjibaku mencari dukungan dana
Entah dari pribadi yang bersimpati
Entah dari calon investor yang melirik peluang
Entah dari pemodal yang kaya raya berbisnis
Karena
harga mahar parpol pendukung mahal
untuk memberikan surat rekomendasi paket
sehingga bisa mendaftar ke KPUD
Bukan saja kebutuhan membayar parpol
tetapi selanjutnya ongkos politik mahal untuk mendapatkan suara para pemilih
Biaya mengadakan tim kerja dan aneka jaringan pendukung
dengan halalkan aneka cara dan sarana canggih
agar bisa menangkan kompetisi takhta pilkada
dan meraih kursi jabatan eksekutif di daerah
Meskipun
ongkos politik sangat mahal dan peluang memenangkan sangat terbatas, hanya satu kursi jabatan diperebutkan
Tetapi
nyatanya banyak yang berlomba penuh yakin
bahwa dirinya bisa memenangkan pertarungan
Sehingga berani lakukan apa saja demi mempunyai banyak ongkos politik
sehingga bisa meraih kemenangan jabatan
sehingga nekad melakukan segala upaya
Bahkan menghalalkan segala cara
Dalam politik merebut takhta kekuasaan jabatan publik
Entah Pemilu Presiden, DPR, DPD, DPRD
Entah Pilkada untuk jabatan di Propinsi atau Kabupaten dan Kodya
Entah pemilihan Lurah, BPD, ketua RW dan ketua RT
Katanya, …
kalah menang itu sudah biasa bagi para politisi
Kawan dan lawan juga hal biasa
Selalu ada kemungkinan berubah dalam proses dinamika politik hingga kini
Yang abadi itu hanya kepentingan pribadi dan atau kelompok
Ada yang juga pernah berpendapat bahwa
“Politik adalah seni dan kreasi mengelola aneka kemungkinan
agar bisa menjadi kepastian dalam meraih kekuasaan jabatan
Politik adalah keberanian berinovasi dalam pertandingan
untuk beradu strategi dan taktik merebut kesempatan kuasa
agar bisa mengelola kewenangan jabatan
Politik juga menjadi kepiawaian untuk membangun aneka kesepakatan dalam kepentingan”
Malam makin larut
dan kembali gerimis lalu hujan deras lagi di awal bulan Juli
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

