Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Saya terkesima hingga tidak berhenti mengira seolah yang sedang berorasi adalah tokoh Muslim lantaran selarasnya apa yang diorasikan Kardinal Suharyo dengan apa yang saya imani dalam Islam.”
(Husein Ja’far Al Hadar)
…
Bahasa Kebenaran itu Bahasa Kemanusiaan Semesta
Bahasa Kebenaran itu adalah bahasa tentang kebenaran mondial yang mencakup tentang seluruh isi kebenaran hidup.
Bahasa Kebenaran adalah bahasa kemanusiaan yang menyangkut totalitas dari isi seluruh kebaikan dan kebenaran sejati.
Sesungguhnya, tulisan ini sebagai sebentuk apresiasi saya pada tulisan Husein Ja’far Al Hadar, seorang Pendakwah dalam kolom Opini Kompas, Selasa, 2/7/2024 yang berjudul “Seratus Persen Beragama, Seratus Persen Indonesia.”
“Memang begitulah agama-agama, ia berbeda dalam kebenaran, tetapi selaras dalam kebaikan. Lantaran semua agama mengajarkan cinta, meski cinta sendiri tak memiliki agama,” demikian Husen Ja’far Al Hadar.
Roh serta Dampak dari Bahasa Kebenaran
Yakinilah, bahwa tidak seorang manusia yang menyukai tuturan yang kasar dan penuh kebencian yang mengalir deras dari mulut sang penuturnya.
Namun, sebaliknya juga tidak seorang yang akan menolak tuturan tentang kebenaran yang disampaikan secara lembut dan penuh kebaikan dari mulut seseorang.
Itulah fakta dan realitas abadi di atas bumi ini. Bahwa manusia itu sangat merindukan sebuah tuturan tentang kebenaran yang disampaikan dengan penuh kasih dan kebaikan.
Bahasa Kebenaran itu ibarat alunan kepakan sayap-sayap elang rajawali yang mengalun lembut, sehingga mampu mendorong tubuh elang untuk berprogres menuju arah dan tujuan hidupnya.
Betapa menyejukan hati dan mendamaikan jiwa di saat kita mendengarkan alunan tuturan seseorang yang membawa kebenaran dan kebaikan sejati.
Dia akan sungguh menghangatkan dan mendekatkan kadar nurani manusia yang selama ini terlanjur terluka dan menjauh.
Bahasa Kebenaran itu bagaikan jemari Bunda yang sedang asyik menjahit dan merakitkan kembali selembar tirai nurani yang sempat terluka tercabik akibat tuturan kasar liar juga nanar.
Bahasa Kasih dari kebenaran itu akan terasa sejuk dan memikat hati para audiensnya, seperti juga kesaksian yang telah diwartakan oleh Husein Ja’far Al Hadar saat beliau mendengarkan tuturan penuh kasih dari mulut Kardinal Suharyo.
Bahasaku menunjukkan siapakah aku dan apa pula karakterku.
Bahasa Kebenaran adalah sebuah bahasa kemanusiaan semesta yang mampu merekat-eratkan kembali tirai nurani yang telah terkoyak tercabik!
…
Kediri,ย 4ย Juliย 2024

