Simply da Flores
…
1.
Perempuan dan Kucing-kucing
Ada perempuan muda berpakaian rapi
melangkah perlahan di trotoar metropolitan
matanya seakan mencari sahabat dekatnya
Ternyata sekawanan kucing liar
yang hidup di semak dekat jembatan
yang biasa tidur di bawah got kolong jembatan
Dia mengenal para kucing liar itu
Para kucing pun seperti sangat akrab
Rupanya setiap hari terjadi perjumpaan
Perempuan muda ini membawa makanan
Entah apa alasan yang mendorong
Dia memberikan perhatian khusus
kepada kawanan kucing liar itu
Tak peduli ditonton orang-orang
yang ramai lewat dengan perlunya
Relasi akrab manusia dan binatang
2.
Pemulung dan Pengemis Renta
Senja baru saja perlahan pergi
Jalanan masih ramai disinari lampu kota
Saya memeluk angin di bangku trotoar
setelah mengejar langkah bayangan
yang sirna di antar deru kendaraan
Hilir mudik pejalan kaki berpacu
mengejar kendaraan untuk meraih damba
di tengah gemerlap pesona metropolitan
Di sudut gedung kaca menjulang
seorang pengemis terkapar menggigil
Tubuhnya lunglai dimakan usia
nafasnya tertatih digilas roda waktu
Datang sang pemulung separuh baya
dengan karung besar penuh botol plastik
Rupanya dia mengenal pengemis itu
Kulihat sang pemulung mengusap wajahnya
Lalu diambil sebotol air dari karungnya
diberikan kepada pengemis yang renta
Kemudian dikeluarkan lagi sebungkus nasi
Mereka berdua makan bersama
sambil bercerita penuh keakraban
Pemulung dan pengemis merajut waktu
mereka merenda gulita dengan cahaya
3.
Orang Cacat di Gerobak dan Bayi
Gerobak dipajang pada jalur trotoar
di atasnya tergeletak seorang cacat
Kaki tangan tak sempurna
Mata dan badan pun tak normal
Katanya cacat sejak dilahirkan
Dan
keadaan ini menjadi obyek mengamen
agar mendapat belas kasihan
Di dekatnya terbaring seorang bayi
badan dilumuri debu dan dekil
sedang tidur nyenyak karena minum CTM
Seorang ibu menjaga sambil memohon
kepada yang melintas di trotoar
semoga berbelas kasih dan menolong
Diinfokan bahwa ibu penjaga bayi adalah bukan ibu kandung
tetapi penyewa bayi untuk mengamen
Lalu
yang membawa orang cacat pun
bukan keluarganya tetapi penyewa
untuk kepentingan mengamen setiap hari
4.
Keceriaan Keluarga Gerobak
Malam lengang semakin larut
Aku hirup nafas metropolitan
berdesah perlahan saat kendaraan sedikit
Trotoar makin sepi hilir mudik orang
Sayup suara burung malam bersahutan hanya penjual minuman dengan sepeda
yang masih bersemangat mengawal malam
Tiba tiba terdengar gelak tawa ria
Satu keluarga dengan gerobak kesayangan
Sang bapak mendorong gerobak
Ibu dan tiga anak dalam gerobak
yang terisi aneka panenan sampah plastik
Mereka bercerita asyik dan penuh ceria
sempat berhenti di bangku trotoar
lalu kami saling menyapa dan ngobrol
Ternyata, mereka sekeluarga memulung pada malam hari
karena siangnya ketiga anak itu sekolah
Rumah mereka berpindah-pindah Selalu ada canda tawa suami, istri, anak pemulung dengan rumah gerobaknya
5.
Penjambret Bernasib Malang
Kopi panas aku nikmati
makin nikmat ditemani asap kretek
disertai senyum ramah sang penjual bersepeda
Dan
ada cerita mengagetkan padaku
“Bang,
di dekat trotoar ini kemaren ada kasus
Seorang penjambret diteriaki maling
lalu dia lari melintasi jalanan ramai
Ternyata tertangkap dekat bangku ini
lalu dihakimi oleh massa
yang lewat
Dia menjambret handphone seorang anak remaja putri
yang baru pulang dari sekolah menunggu ojek
Tetapi
Nasib sial menimpa si penjambret
Dalam keadaan babak belur diamankan polisi
Dan
katanya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit”
Dua ekor kucing menciumi bekas darah
tetapi sekonyong lari terbirit-birit
berusaha amankan diri di jembatan penyeberangan
dikejar gerombolan tikus metropolitan
Berbeda dengan di kampung dan hutan
Tikus takut kepada kucing
Perubahan zaman dan kepentingan
ikut mengubah relasi manusia serta makhluk
dari yang alami ke yang modern
Aku kembali ke kost dengan sejumlah cerita
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

