“Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Perempuan itu menyahut pada Yesus, “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya” (Matius 15: 21-28)
…
| Red-Joss.com | Kisah yang hebat dari wanita dalam Injil ini, telah memberikan inspirasi kepadaku menghasilkan banyak refleksi dan pembatinan dalam “remah-remah yang jatuh” selama bertahun-tahun.
Entah mengapa, setiap membaca kisah ini, hatiku berkobar-kobar. Aku tersentuh dengan kisahnya yang hebat. Aku disemangati dengan keberaniannya. Aku diberi contoh tentang kegigihannya. Juga aku diajari, bagaimana jadi orang yang percaya diri.
Jika kita membaca dan merenungkan kisah itu, ternyata banyak wanita hebat yang seperti dia: berani, gigih, dan percaya diri.
Untuk jadi berani, gigih dan percaya diri itu tidak harus mempunyai banyak talenta. Juga tidak harus mendapatkan yang banyak. Cukup kita tahu cara mengekspresikannya dan tahu bagaimana kita mengambil secukupnya dan tepat untuk kita gunakan.
Begitu pula bagiku untuk tidak harus mendapatkan roti yang utuh dari meja Tuhanku. Cukup aku mendapatkan remah-remahnya. Kadang aku memungut remah-remah itu saat berjalan, duduk, santai, berdoa atau saat berkontemplasi. Tapi juga saat berjumpa dengan saudara, teman, dan sahabat. Yang jelas remah-temah itu telah menyebar di mana-mana. Aku mengambil secukupnya, dan itu membuatku bahagia.
Jadilah pribadi yang berani, gigih dan percaya diri di hadapan Tuhan. Kita terima yang Tuhan kehendaki dan beri.
Jika kita benar-benar dekat dan sering bersama-Nya, kita tahu kehendak-Nya dan yang telah diberikan-Nya pada kita. Jika kita belum mengalami keduanya, bisa jadi ada sesuatu yang kurang dari kita, yaitu kita tidak ada waktu untuk dan bersama dengan Tuhan.
Kita membuka hati, datang pada Tuhan, dan izinkan Dia jadi Tamu Agung dalam hidup kita.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

