Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Vivere Militare est“
(Hidup itu Perjuangan)
…
Hidup itu Pergulatan Riil
Saya mengawali tulisan reflektif ini dengan menampilkan sebuah adagium berbahasa Latin, “vivere militare est” yang bermakna hidup itu suatu perjuangan.
Artinya bahwa hidup itu sesungguhnya adalah suatu pergulatan riil antara hidup dan atau mati.
Hidup itu bagaikan proses โmemakan asam garamโ, ada perpaduan khas antara rasa asin dan rasa asam.
Camkan, bahwa sejatinya hidup itu bukanlah suatu yang serba instan!
Ada sebuah saran arif tentang kehidupan yang sangat menarik untuk disimak serta dimaknakan.
Saran agar sungguh Mengalami Makna Hidup itu
Disarankan oleh sang kebijaksanaan, bahwa, jika kita ingin bersungguh-sungguh untuk memahami makna sejati dari sebuah kehidupan, maka “kunjungi, hadiri, dan alami” sendiri bagaimana suasana serta keadaan di ketiga tempat berikut ini!
(1) Pernahkah Anda berkunjung, merasakan, dan mengalami sendiri suasana serta keadaan khas di sebuah rumah sakit?
Yakini dan cermati dengan saksama tentang suasana serta keadaan di sebuah rumah sakit.
Apa yang akan Anda peroleh dan rasakan sebagai sebuah konklusi dari kehadiran serta keberadaan Anda di sebuah rumah sakit?
Bukankah jawaban telak yang akan Anda peroleh, bahwa sungguh @betapa indahnya hidup sehat itu!โ
(2) Lembaga Permasyarakatan alias Penjara. Cermati dan saksikan suasana serta keadaan para napi di dalam penjara.
Bagaimana tampak wajah sendu para napi dan pakaian berwarna khas yang mereka kenakan? Bahkan akan Anda saksikan adanya tangan-tangan terborgol serta wajah yang membiru lebam? Mengapa dan ada apa di dalam sana?
Dari suasana dan keadaan mencengkam itu, jawaban telak yang akan Anda temukan, ialah “kebebasan adalah harta yang paling berharga!”
(3) Rumah Duka alias tempat perkabungan. Jika Anda mau bersungguh-sungguh dan tulus berempati bersama keluarga yang berduka, tentu Anda akan segera merasakan serta mengalami suatu suasana khas, bersedih.
Di sudut dan ruangan yang mana pun akan Anda saksikan wajah-wajah berduka seolah tidak berpengharapan. Ya, itulah suasana serta keadaan khas di sebuah tempat perkabungan.
Adapun konklusi yang akan Anda peroleh serta simpulkan, bahwa sesungguhnya, tidak seorang pun yang sanggup memprediksi, kapan datangnya sang maut untuk menjemput dirinya. Atau pun orang yang sanggup memprediksi bagaimana masa depannya?
Ya, suasana dan keadaan berwarna khas di ketiga tempat ini, seolah telah jadi seorang Guru kebijaksaan bagi Anda dan saya.
Bahwa seluruh rentangan waktu ziarah sepanjang hidup kita dapat direkam lewat ketiga tempat ini.
Maka, dapat dikonklusikan bahwa hidup dan kehidupan ini, sungguh sebagai ajang perjuangan hidup mati bagi manusia.
Hidup yang bermakna adalah hidup yang sungguh diperjuangan oleh sang manusia itu!
…
Kediri,ย 30ย Juniย 2024

