Temui dirimu dalam keheningan.
Tidak perlu cermin. Tapi cukup menutup mata. Lalu duduk dengan tenang. Izinkan tarikan nafas itu mengalir secara alami.
Di luar sana terdengar suara.
Suara yang makin bervariasi sesuai dengan tempatnya. Jalan menuju hening untuk bisa menyelaraskan suara-suara itu.
Ujungnya adalah suaramu sendiri yang terdengar. Suara-suara itu yang dikirimkan oleh pikirkan dan yang kamu rasakan.
Tugasmu adalah membedakan suara itu. Memilih suara itu. Berwawancara hati dengan suara itu untuk mengenali, dan makin mengakrabi.
Bersahabat dengan keheningan itu menjadikan kita pribadi yang paling jujur.
Lebih dan kurangnya kita jadi tahu, dan memahaminya. Sebab dalam hening itu yang sedang berdialog adalah manusia tercipta yang masih diberi kehidupan oleh Sang Penciptanya.
Setelah selesai berintimasi dalam keheningan… saatnya kita membaca Mazmur 8: 4-6.
Ketika kita mengagumi isi Mazmur itu, saatnya kita bergegas untuk berdoa mengucap syukur di hadapan Sang Pencipta atas anugerah-Nya yang luar biasa …
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

