“Apapun jenis investasi di dunia ini mudah hilang dan sirna. Tapi investasi iman itu abadi.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Ketika memulai usaha, EJ memberi tip, agar saya hidup prihatin, rajin menabung, dan selama 5 tahun itu membangun fondasi usaha yang kuat serta kokoh agar tahan uji saat diterpa badai resesi.
Nasihat luar biasa dari EJ yang berpengalaman itu meminta saya 5 tahun fokus pada pengembangan usaha. Tapi saya melakukannya, bahkan lebih dari 10 tahun hidup prihatin agar fondasi usaha makin kokoh, ibarat rumah yang dibangun di atas batu karang.
Kata-kata EJ yang menginspirasi itu hati saya untuk berpikir jernih dalam menyikapi tantangan zaman yang berubah cepat dan situasi ekonomi dunia yang sering acakadut tidak menentu.
Jika memilih investasi yang aman dan tanpa resiko adalah dengan menabung, deposito, atau bisa juga dengan membeli surat berharga.
Untuk investasi yang produktif itu banyak pilihan. Tapi alangkah bijak, jika iventasi itu dikenali, dicermati, dan disesuaikan dengan sikon serta perubahan zaman.
Investasi properti dan tanah itu harganya cenderung naik adalah benar. Apalagi di saat booming, harga langsung melambung tinggi dan dijual pun laris manis. Tapi, ketika pandemi dan krisis ekonomi?
Begitu pula, bagi mereka yang berinvestasi ke tabungan dollar, emas batangan, crypto, dan sebagainya. Sungguh produktif dan menguntungkan, tapi amankah investasi itu?
Sesungguhnya, apa pun pilihan ivestasi itu baik, menguntungkan, dan produktif, jika kita piawai menerapkan dan memanfaatkan secara tepat guna sesuai sikon dan kebutuhan.
Dari sekian banyak investasi pilihan yang ditawarkan, sesungguhnya yang paling aman di dunia itu ‘investasi iman’. Karena tidak hanya produktif dan menguntungkan, tapi juga paling membahagiakan jiwa. Mengantar kita pulang kepada Sang Pencipta.
Investasi kebaikan, berderma, dan amal kasih itu tidak lekang digerus zaman. Tapi makin produktif dan menginspirasi.
Investasi iman itu abadi!
…
Mas Redjo

