Yang ‘Laras’ mesti ‘Laris’ karena ‘Leres!’
…
| Red-Joss.com | Tiga hari lalu sahabat lama yang telah bagaikan saudara datang bertandang: “Kangen, Pakde.” Dua suku kata yang membuat sepasang suami istri ini rela menutup RM Gudeg Jogyanya demi ‘nglaras rasa hati’.
Banyak cerita mengalir tanpa judul alias apa saja. Satu di antaranya: “apes karena smart wallet.” Kapusan alias ketipu. Banyak? “Relatif, Pakde,” jawabnya.
Nyesek memang! Tapi kita bisa belajar, bahwa tidak semua yang kita harap akan jadi nyata. Kadang Tuhan membelokkan rencana kita, ketika Tuhan melihat kita berada di jalur yang akan menyusahkan di ujungnya. Tuhan bahkan sudah melihat air mata kita sebelum menetes.
Sepertinya Tuhan berhendak agar kita kembali ‘bekerja keras, dan meninggalkan ‘cara pintas’ untuk meraih kebahagiaan. Hidup untuk ‘berjuang bukan berjudi’.
Di ujung cerita kami tertawa bersama, ‘lega’ sebab dengan cara berbeda saya pun pernah ‘apes’ seperti saudaraku ini.
Jauh sebelum ada aplikasi seperti ‘smart wallet’, saya pernah terjebak cara berpikir jalan pintas lewat ‘dadu kipyik’. Pengalaman tidak terlupa, karena apes yang saya alami menguras sesal dari air mata. Masuk area pasar malam (desa) tergoda ‘dadu kipyik’, dengan mimpi punya banyak uang, hingga ‘sangu’ yang diberi oleh Simbok akan berlipat. Terbayang sudah: Nanti mau jajan, selebihnya beli oleh-oleh untuk Simbok. Maka saya pasang dan .. menang. Pasang lagi dan menang. Sampai tiga kali menang terus. Saya tidak ‘nggubris’, ketika kakak mengajak pergi.
“Ayo dik, nanti kalah.” Maka semua saya taruh, .. akan dapat 4x lipat. Byarrrrrr… ambyarrr mimpiku… Kalah… uang tak tersisa, ludes.
Bertiga terpingkal-pingkal sampai mengalir air mata ini, menertawakan kelèngahan pikir oleh nafsu ingin mempunyai duit banyak. Jelas tak ‘laras’ dan ora bakal laris.
Tuhan membangunkan kami dari mimpi dan hidup ini memang tidak semua indah. Bangun… dan ‘kerjalah kalau ingin bahagia’.
Salam sehat. Jangan lupa bahagia.
…
Jlitheng

