“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yakobus 5: 16).
…
| Red-Joss.com | Sudah berdoa? Rajin berdoa? Senangkan bisa berkomunikasi dengan Tuhan?
Jika jawaban itu, “Sudah, tentu, dan senang”, maka kata-kata dari Santo Yakobus di atas terwujud dalam kehidupan kita.
Jika direnungkan lebih lanjut berkat dari doa orang benar itu banyak sekali.
- Mendekatkan mereka kepada Allah. Jika merasa dekat dengan Tuhan, ini tandanya, “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka (Ibrani 7: 25).
- Membuka jalan bagi kehidupan yang penuh dengan Roh. Yang diberikan jauh lebih besar dari yang kita minta. “Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anaknya, apalagi Bapa yang di Surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Lukas 11: 13).
- Mendatangkan kuasa untuk melayani. Itu doa yang berbuah pelayanan. Tidak bisa mengelak lagi. Ini perintahnya, “Tapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kisah Para Rasul 1: 8). Benar-benar ladang Tuhan untuk melayani itu amat luas dan di mana-mana. Sehinggga selalu kurang pekerjanya.
- Membangun secara rohani. Karena doa itu ibarat sedang membangun rumah rohani dan kita yang akan menghuninya. Kita tidak mungkin membangun rumah rohani secara asal-asalan dan tidak indah. Ini penegasannya, “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku, yang terkasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus” (Yudas 1: 20).
- Membawa kesembuhan. Permohonan ini banyak diminta. Memang banyak bukti, bahwa saudara-saudari kita yang sakit tertolong dengan doa-doa kita. Santo Yakobus juga meneguhkan kita, “Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang yang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni” (Yakobus 5: 15). Jika ada orang yang meminta doa, langsung didoakan, kita juga jangan suka menunda-nundanya.
- Membawa yang hilang kepada Kristus. Ini benar-benar mendesak. Kita telah kehilangan banyak saudara, teman, tetangga dan sahabat. Semoga kita disadarkan dengan tugas ini. Semoga ayat ini menjadi pengobar bagi kita, “Ketahuilah, bahwa barang siapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa” (Yakobus 5: 20).
- Akhirnya, dalam doa kita berani memasuki rumah Allah. Di sini kita diam dalam hening, menengadahkan tangan, memandang Dia dengan penuh syukur.
Mari bersama pemazmur kita hadir di hadapan-Nya, “Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya” (Mazmur 100: 4).
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

