“Hidup ibarat kopi, pahit tapi bikin mata terbuka.” – Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | Pagi ini saya menyeduh secangkir kopi panas. Lalu saya kasih 1 sendok kecil gula. Kemudian saya minum, tapi tidak terasa manisnya. Ternyata belum diaduk. Setelah diaduk baru terasa mantab kopinya.
Demikian juga dengan hidup. Bila tidak ada dinamika, hidup itu tak berwarna. Bila tidak ada suka dan duka, hidup tak akan bermakna. Bila tidak ada tantangan, hidup tak pernah jadi pemenang. Bila hidup ini tidak pernah diaduk, diguncang dengan masalah, hidup itu tidak akan terasa manis. Bersyukurlah, jika hidup kita diaduk dan diguncang oleh masalah. Jika kita bisa melewati semua itu, hidup kita jadi mantab, semantab rasa kopi ini.
Jika hidup kita penuh masalah, bernyanyilah. Kita akan tahu ada yang lebih buruk dari masalah itu yaitu suara kita sendiri. Berhentilah mengeluh dan mencari yang salah. Faktanya 80% orang itu tidak peduli dengan problem dan masalah kita. 20% sisanya senang, jika kita mempunyai masalah, atau ditimpa masalah.
Bumi ini tidak berhenti berputar, hanya untuk menyembuhkan luka dan derita. Waktu tidak berhenti berdetak, jika untuk menyelesaikan kesulitan dan masalah kita. Juga matahari tidak berhenti bersinar, jika hanya untuk menunjukan terang hidup kita.
Kita terus melangkah meski ada masalah. Bergembira dan bersukacita, meski derita menimpa. Terus bangkit, meski hidup tidak semudah kata-kata, dan realita itu tidak seindah rasa. Yakini, bahwa Tuhan memilih orang yang mau, bukan yang mampu.
Tetap semangat. Jadilah saluran berkat Allah.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

