“Tidak perlu sibuk menghakimi, tapi sibuklah mengurusi dasyatnya keburukan diri.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Pasangan suami istri tetangga Pastoran itu terlihat sangat harmonis. Tapi tiba-tiba di pagar rumahnya ada plank: dijual. Selidik punya selidik, ternyata mereka sudah bercerai. Oh my God!
Sesungguhnya kita tidak tahu yang terjadi di balik rumah tangga seseorang. Yang tampak dari luar itu baik kemungkinan besar hanya pencitraan. Bisa jadi Anda dan saya juga seperti itu. Yang tampak di tampilan itu tidak seindah fakta. Karena itu jangan cepat menilai, nanti salah. Kepo itu boleh, asal yang positif, tapi jangan yang negatifan.
Kita tidak tambah suci dengan menghakimi. Tidak akan kaya dengan ingin tahu urusan orang. Kita juga tidak akan terkenal dengan menggosipkan orang. Tidak jadi lebih baik dengan sibuk nyinyir dan mengkomentari orang.
Tuhan tidak pernah menghakimi, justru menerima keadaan kita. Separah apa pun hati ini, hidup dan keadaan kita tetap berharga buat-Nya. Karena kita ciptaan-Nya yang spesial.
Karena itu, jika kita sukses dan berlimpah rezeki itu jangan terlalu senang. Jika sedang terpuruk di bawah itu tidak perlu terlalu sedih. Ingat, yang jaya akan memudar, dan yang ada di bawah akan naik ke atas. Semua itu tidak ada yang abadi.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

