“Awalnya dari yang kecil, tapi pada akhirnya jadi besar. Kita tidak melihat pertumbuhannya dengan mata telanjang.”
…
| Red-Joss.com | Banyak yang tidak menyangka, bahwa saya dan kamu jadi seperti sekarang ini.
Kita juga tidak menyangka bisa kenal satu sama lain. Semua itu sudah diatur Tuhan, bahwa kita bisa berkomunikasi, dan jadi sahabat dalam keluarga besar Allah.
Semakin kita menyelami perjalanan hidup ini, kian banyak hal yang tidak disangka-sangka: baik yang positif maupun negatif. Semoga perubahan itu lebih banyak mengarah pada hal yang baik, tidak sebaliknya hal yang buruk.
Ibarat sebuah benih, yang kita punyai sejak semula adalah benih yang baik. Kualitas unggul. Buktinya sekarang ini. Kita jadi pribadi-pribadi yang luar biasa.
Masih adakah yang tidak percaya dan bangga dengan diri sendiri?
Masih adakah yang kurang puas dengan perjalanan hidupannya?
Masih adakah yang tidak bersyukur atas hidupnya selama ini?
Jika hanya melihat yang kurang saja, maka pertumbuhan kita jadi terganggu. Coba kita melihat yang lebih, maka tidak menyangka pertumbuhan kita terasa luar biasa seperti sekarang ini.
Bersyukurlah kita diberi hati yang baik dan mudah untuk berbagi untuk membantu orang lain.
Bersyukurlah kita diberi hati yang tulus dan iklas, sehingga mudah untuk saling mengasihi.
Bersyukurlah kita diberi kebijaksanaan, sehingga tahu memilih dan memutuskan mana yang baik dan jahat.
Bersyukurlah kita diberi hati yang takut akan Tuhan agar kita taat dan setia pada-Nya.
Bersyukurlah kita mempunyai Yesus, Sang Sabda yang telah jadi manusia dan tinggal di antara kita, sehingga kita merasakan kehadiran-Nya.
Banyak hal kebaikan yang kita dapatkan untuk kita bagikan pada sesama.
Sekarang benih di hati kita tumbuh subur ibarat ‘pohon sesawi’ yang rindang. Banyak orang datang pada kita dengan tidak disangka-sangka. Mereka membutuhkan kita, sekadar beristirahat atau berteduh sejenak.
Hiduplah bermakna bagi sesama!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

