“Berdagang itu yang penting ada lebihnya. Cukup untuk gaji karyawan dan keluarga numpang makan.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Sederhana, tidak ribet, dan mudah dijalani. Karena itu saya tidak kaget, apalagi terpukul, panik, dan stres. Ketika ekonomi dunia gonjang-ganjing dan dunia usaha anjlog.
Jujur, saya tidak terpengaruh, meski omset penjualan anjlog lebih dari 50%. Bukan karena modal usaha kuat, melainkan sejak awal usaha, saya membiasakan diri untuk selalu bersyukur, mencukupkan diri, dan mudah beradaptasi dalam segala situasi.
Dengan selalu mensyukuri hidup dan cepat beradaptasi adalah fondasi usaha saya agar tetap kokoh dalam menghadapi gempuran perubahan zaman.
“Hidup prihatin, sederhana, dan senang menabung,” adalah warisan Ibu yang saya terapkan untuk menyiasati hidup ini.
Ketika usaha sepi, saya mengurangi keinginan yang tidak penting. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga pun didasari skala prioritas. Saya juga sering menjadwal ulang agar barang yang dibeli itu benar-benar bermanfaat.
Untuk menyiasati dan menaikkan omset, saya juga menjual secara online dan memberi poin hadiah untuk menarik pembeli. Saya juga merambah ke usaha ritel kebutuhan laundry.
Tidak hanya itu, di saat usaha lesu ini, saya bahkan berani mengurangi marjin keuntungan sebagai rasa kepedulian kepada pengusaha kecil yang pusing menghadapi kenaikan harga bahan yang tidak terkendali.
Resesi ekonomi itu tidak bisa dihindari, tapi dapat diatasi, ketika kita bersatu hati untuk melaluinya.
“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.”
Jadilah tangguh dan kuat!
…
Mas Redjo

