| Red-Joss.com | Tarikan nafas pertama, kedua, ketiga hingga kelima itu menghantar kita pada pertemuan antara tubuh, pikiran, hati, jiwa dan roh. Semuanya saling merindukan.
Semuanya sepakat, bahwa ruang batin adalah ruang yang sangat istimewa. Tidak sulit dicari. Tidak membutuhkan waktu lama untuk ke situ. Yang penting niat dan fokus, maka segera berada pada titik yang sama.
Pada titik ini, semua pengalaman bisa dilihat dengan terang benderang. Tubuh akan bercerita tentang keletihannya. Pikiran berkisah tentang kepenatannya. Hati berkisah tentang memilah-milah setiap rasa. Jiwa berkisah tentang perjalanan spiritualnya, dan berkisah tentang arah serta tujuan hidupnya. Sungguh sangat istimewa mendengarkan setiap kisah yang dibagikan itu.
Ternyata, semua ciptaan ini mempunyai pengalaman yang sangat kaya. Tak terbayangkan betapa kayanya Sang Penciptanya. Setelah berjumpa di ruang batin ini, apa rencana selanjutnya? Masih ada besok, lusa, dan hari-hari berikutnya. Semua sepakat untuk saling mengingatkan. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Ketika diingatkan dan ditegur harus saling mendengarkan dan memperbaiki diri.
“Terima kasih Sang Pencipta,” lidahku menari memuji dan menyembah-Mu di setiap malam menjelang istirahat. Mohon pamit untuk meninggalkan ruang batin ini, sebab yang ‘di luar’ menantikan pengalaman perjalanan spiritualku. Untuk terus dibagikan.
Di setiap pagi matahari-Mu terbit kembali. Aku pun siap menabur benih kebaikan yang adalah sabda-Mu untuk jiwa-jiwa yang haus, rindu, dan mencintai-Mu.
Di setiap malam, biarlah mereka menyiapkan tanahnya, yaitu tanah yang subur untuk tumbuhnya benih-benih yang baik agar panenan melimpah.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

