Kehangatan itu bisa dirasakan, baik saat diterima atau kita tidak diterima.
Kehangatan itu menghadirkan kebahagiaan. Kita diterima, karena dikasihi. Disambut, karena dirindukan.
Kehangatan itu mendekatkan. Ada cerita, doa dan berkat yang diberikan.
Kehangatan itu tidak semua orang memilikinya. Kadang untuk jadi hangat itu melatih kepekaan kita.
Kehangatan itu bisa dirasakan oleh pribadi yang hangat. Kehangatan bisa dikembangkan oleh pribadi yang hangat. Kehangatan juga bisa mendewasakan hidup rohani kita secara positif.
Menjadi pribadi yang hangat itu tidak ditemukan di bangku sekolah, tapi didapatkan dari setiap perjumpaan demi perjumpaan yang makin akrab.
Syukurilah setiap perjumpaan itu, karena dari situlah terbangun relasi yang hangat.
Teristimewa adalah perjumpaan kita dengan Yesus dalam Ekaristi Kudus, membuat kita memiliki relasi yang hangat, dekat, dan akrab dengan-Nya.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

