“Sesungguhnya, yang berbahagia itu mereka yang mendengarkan sabda Tuhan dan memeliharanya.”
…
| Red-Joss.com | Betapa bahagianya hati ini, jika kita adalah salah satu pribadi yang disebut oleh Tuhan Yesus sebagai yang berbahagia, tentunya dengan kategori yang jelas yaitu, sebagai pendengar dan pemelihara sabda Tuhan yang terus diberi media untuk bertumbuh!
Untuk sampai pada posisi ini, kita telah menyiapkannya dengan baik: ada niat, kerinduan, ketekunan, dan ada kesegaran yang terus didapatkan.
Maka, tanpa lagi Tuhan Yesus menyebut kita sebagai “yang berbahagia, sekurang-kurangnya, selama ini kita mendapatkannya, kita merasakannya. Tanggung-jawab kita adalah, bagaimana memelihara pengalaman bahagia ini tetap bertahan dalam situasi dan kondisi apa pun.
Dalam hal ini, tentunya dibutuhkan: ketahanan, komitmen untuk hidup benar, dan dibutuhkan kesadaran untuk selalu menyediakan waktu bagi Tuhan.
Pada akhirnya, proses itu akan berjalan dengan alami dan secara bertahap, kita akan merasakan perubahannya. Misalnya:
Pertama: Ada rasa di batin ini, bahwa mendengarkan sabda Tuhan menjadi sebuah kebahagiaan.
Kedua: ada semangat di hati ini, bahwa sabda Tuhan itu menjadi senjata yang ampuh untuk melawan hal-hal yang jahat.
Ketiga: ada kepercayaan di jiwa ini, bahwa kita harus terus mendengarkan sabda Tuhan, maka hidup kita tidak akan tersesat. Jiwa kita dibuka dengan mukjizat yang telah Tuhan siapkan untuk kita.
Oleh karena itu, mari kita menjaga posisi kita sebagai yang berbahagia di hadapan Tuhan, karena telinga kita siap untuk mendengarkan sabda-Nya setiap hari.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

