| Red-Joss.com | Kebenaran harus diungkap dan diwartakan itu benar. Tapi, apakah kita harus melakukan orasi di depan umum? Adakah suara itu didengar oleh mereka yang berkuasa atau pemimpin di negeri ini?
Cobalah tengok dan sikapi dengan bijaksana masalah kebenaran dari zaman ke zaman.
Ketika kebenaran disuarakan di jalanan dan depan umum, adakah suara itu bergaung, menggetarkan hati, atau ditanggapi?
Semua itu adalah kesia-siaan, sepi, sunyi, dan mati.
Siapa yang mau peduli?
Semua kembali pada setiap pribadi yang mempunyai hak kebebasan berpendapat dan berekspresi. Meski faktanya, tidak sedikit yang kebablasan hingga lupa diri.
Kebenaran tidak bergaung, karena sendirian. Meski suara teriakan kebenaran itu lantang membahana, tapi kalah dengan gegap gempita cemoohan, nyinyiran, dan sebaran milyaran uang di udara.
Kebenaran juga mudah dibungkam dan tidak berkutik menghadapi kebohongan berjamaah, apalagi bagi mereka yang berkepribadian abu-abu dan mengenakan topeng.
Menyuarakan kebenaran itu baik dan tidak dilarang, asal tanpa tendensi, apalagi untuk menjelek-jelekkan, menghakimi, atau lebih konyol untuk menghasut yang lain.
Kebohongan itu sulit dikalahkan, ketika dilakukan secara berjamaah, terstruktur, sistematis, dan masif untuk mengkebiri, mengimidasi, dan membungkam kebenaran hingga tidak berdaya.
Karena sadar diri, kebohongan itu tidak mau dikritisi, disalahkan, dan sulit dikalahkan. Saya tidak mau berorasi di jalanan, tempat umum, dan berkonfrontasi dalam kesia-siaan untuk disalahkan, diintimidasi, dan dibungkam.
Saya akan terus menyuarakan kebenaran tanpa menjelek-jelekkan yang lain. Kebohongan itu tentang suatu hal atau peristiwa yang dimanipulasi atau ditutupi. Tapi suatu saat pasti terbuka dan terungkap. Sedang kebenaran itu fakta, nyata, dan mencerahkan jiwa.
Kendati tubuh ini diikat, dipasung, di penjara, dan mulut ini dibungkam. Tapi tidak demikian dengan pikiran yang bebas dan merdeka ini untuk mewartakan kebenaran.
Sesungguhnya kebenaran itu tidak membutuhkan pembelaan, karena kebenaran itu milik Allah!
…
Mas Redjo

