| Red-Joss.com | Di era digital ini, ’alih-alih aruh-aruh’ (menyapa), sebagian (tak mau sebut semua) orang memilih bisik-bisik.
Kata ‘alih-alih’ adalah pengganti (Ing: instead of). ‘Alih-alih’ bekerja, ia malah tidur. Saya pilih berdoa, ‘alih-alih’ mengeluh. Saya memilih menulis, walau sederhana ‘alih-alih’ menuntut orang lain berbuat sesuatu.
Pada Hari Komunikasi Sedunia ini, kita diundang untuk mengembalikan budaya ‘aruh-aruh’ yang makin memudar di era digital ini.
‘Alih-alih’ main hape (online), sesekali datanglah untuk ‘aruh-aruh’, menyapa, ke lingkungan atau komunitas lain seperti koor atau kerahiman Ilahi, EJ.
Menulislah sesuatu, walau sederhana, alih-alih ‘forward’ hal-hal (nampak) indah saja namun (sering) nir makna.
Ada banyak pilihan dapat kita jalani untuk merawat gizi buruk komunikasi menjadi lebih ‘urup’.
Salam sehat dan tetap rela berbagi cahaya, pun ketika beban terasa berat.
…
Jlitheng

