“Jangan tergoda dengan kemudahan. Jika tidak waspada, kita bakal jatuh ke dalam yang jahat.”
– Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Jujur, lebih baik diakui dengan jujur. Semua orang itu ingin kemudahan. Jika tidak disikapi dengan hati-hati dan bijaksana, kita bakal jatuh ke dalam yang jahat. Menyesal juga terlambat, dan itu tiada guna.
Hal itu nyaris terjadi dalam hidup saya, ketika saya diberi uang kaget oleh pimpinan, Pak WG.
“Maaf, uang sebanyak ini dari mana dan untuk apa, Mas?” tanya istri saya, CI lembut, membuat hati saya jadi tercekat.
Saya lalu menjelaskan asal muasal uang itu dari Pak WG, tapi istri tetap keukeh tidak mau menerima.
“Sekali lagi, saya minta maaf. Jika Mas memperoleh uang kaget, lebih baik ditanyakan dulu, dari mana dan untuk apa agar tidak muncul masalah di kemudian hari,” CI tidak menyalahkan, tapi mengingatkan.
Semula saya agak tersinggung, tapi melihat sorot mata CI yang lembut itu membuat hati ini bergetar. Saya terharu, bersyukur dengan sikapnya yang tegas, jujur, dan teliti. Karena tidak silau dengan materi.
Saya peluk CI. Saya simpan uang itu untuk besok dikembalikan pada WG kembali.
Ternyata firasat CI terbukti tajam, karena WG yang pimpro proyek itu terlibat korupsi, sehingga dicokok oleh yang berwajib.
Tidak hanya sekali dua, tapi sering kali firasat CI itu terbukti. Ketika saya diminta berhati-hati bekerja sama dalam bisnis dengan teman. CI curiga pada teman, jika ditatap matanya selalu menghindar. Juga gerak tubuhnya yang tidak wajar dan kaku itu.
Alasan CI juga masuk akal agar saya tidak silau dengan bisnis kemudahan, dan instan. Beli saham, ongkang-ongkang, dan untung besar itu mustahil.
“Jika ingin kaya, ya, bekerja keras, tekun, dan menabung untuk modal. Lalu wirausaha sendiri dan dikelola dengan baik,” alasan CI, yang semula guru BK. Tapi sejak anak kedua kami lahir dan tidak mau ditinggal, ia lalu mengundurkan diri. Ia memilih jadi Ibu rumah tangga.
Kemudahan demi kemudahan dan ingin cepat kaya secara instan itu, sesungguhnya (maaf) milik mereka yang pemalas.
Saya diingatkan oleh firman Tuhan, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tapi daging lemah” (Mat 26: 41).
Tuhan, mohon kekuatan iman.
Mas Redjo

