Simply da Flores
…
Menyendiri di tengah kota Metropolitan
ada bangku kosong di pelataran Sarinah
Midnight malam minggu awal Juni
ingin kuhitung hilir mudik kendaraan
Ternyata
sangat jauh berbeda keadaan
di Metropolitan siang malam orang sibuk
katanya ‘waktu adalah uang’
Sedang jauh di desa kampung udikku
saat tengah malam orang terlelap
mungkin hanya beberapa yang terjaga
Syair dan lagu kehidupan beraneka
sesuai waktu tempat dan keperluan
Sarinah nama gedung di belakangku
ada banyak cerita tentang sosok itu
sering dikaitkan dengan Proklamator
katanya dia seorang tokoh sejarah NKRI
Mungkin pemilik gedung tahu pasti
Apa makna dari nama Sarinah
“Saksi rahasia inti amanah
Sang Ratu dan Ibu pemilik amanah”
Jalan di depanku namanya Thamrin
sosok seorang pahlawan bangsa
di selatannya ada taman selamat datang
dikenal dengan bundaran Hotel Indonesia
Bersambung nama jalan Sudirman
seorang tokoh satria Nusantara
Aku tersenyum sendiri
tengah malam ini
Kuyakini mereka yang sibuk tak peduli
karena sudah biasa sehari-hari
melewati jalan-jalan tersebut
Namun perhatiannya pada yang dicari
angka dan kata kebutuhan rezeki
serta aneka tagihan pribadi
“Banyak hal luar biasa
karena biasa dialami sehari-hari
menjadi biasa-biasa saja
bahkan sering berlalu tanpa arti
Dan
baru disadari ketika ada masalah
atau justru pada waktu hilang pergi
Ibarat nafas bagi kehidupan pribadi”
Midnight awal Juni di kota ini
membuatku tak melihat tebaran senyum bintang
karena dihalau pesona gemerlap lampu kota
Tengah malam di Metropolitan
jauhkan merdu suara instrumen burung
karena gemuruh bising kendaraan
Sesekali penjual kopi dengan sepedanya
deringkan lonceng tawarkan minuman
Mereka mengayuh roda nasib
memburu roda waktu di lorong gulita takdir alam
Pada midnight awal Juni ini
Sayup kudengar riuh seruling balada kegetiran
“banyak orang sendirian di tengah keramaian kota
banyak rasa resah mencengkram nurani
banyak sampah polusi nalar merobek sanubari
banyak topeng menutup wajah pribadi”
Beberapa pemulung menyapa ramah
meminjam korek menyalakan puntung
Sambil terus melangkah memungut sampah
“Ada emas dan berlian rezeki dari yang terbuang”
…

