| Red-Joss.com | Ketika seseorang mudah sekali menyalahkan mesin, sesungguhnya (maaf) ia tidak bisa bekerja dengan baik! Faktanya, yang membuat dan mengoperasikan mesin itu juga manusia.
Kita juga tidak harus tersinggung atau marah. Alangkah bijak, jika kita mawas diri untuk memperbaiki pelayanan demi kebaikan bersama.
Karena itu, saya tidak kaget, ketika seorang Ibu, BG memposting pengalaman pahit saat menarik uang 50.000an di minimarket. Ibu BG belum mengetik sejumlah uang yang hendak diambil, ketika di layar monitor muncul gambar seorang berkaca mata hitam serupa bandit. Bersamaan dengan itu kartu ATM meloncat sendiri dari slotnya.
Apa yang terjadi? Ternyata saat itu juga saldonya terdebet Rp 500.000,-! Kendati BG telah menelepon ke Bagian Pengaduan Bank, tapi sekadar diberi janji. Faktanya tidak ada kabarnya, dan uang itu tidak diganti alias hilang.
Pengalaman RM berbeda dengan Ibu BG. RM yang nasabah prioritas itu merasa didholimi CS, hingga 5 kali tidak dibuatkan buku giro dan cek yang dimintanya. Alasan CS, di rekening giro tidak ada dananya. Seharusnya biaya pembuatan buku itu diambil dari tabungan prioritas. Faktanya, ditolak. ‘By system’ itu alasan yang digunakan CS. Mesin yang disalahkan dan dijadikan kambing hitam. Padahal pelayanan CS yang kaku, buruk, dan tanpa hati. Karena jengkel, RM menutup asetnya di bank itu.
Pengalaman Ibu BG dan RM mirip dengan saya, tapi di bank yang berbeda. Lebih konyol lagi, selain giro ditolak, saya didenda dan diberi SP 1. Padahal saya juga penabung prioritas dengan layanan transfer otomatis (ATS). Sehingga dana di rekening giro itu tercukupi. Saya lalu pindah ke bank yang sama dengan Ibu BG dan RM.
Kini, untuk tetap sebagai nasabah prioritas, perputaran uang di bank itu dinaikkan jadi 2x lipat. Hal baik dan positif agar nasabah yang pebisnis itu makin semangat untuk produktif. Kenyataannya, pelayanan bank tidak dibenahi agar semakin baik demi kemudahan dan kenyamanan nasabah.
Saya juga tidak mau pusing dengan hal itu. Yang saya pikirkan adalah, bagaimana caranya agar uang ini jadi makin produktif.
Beruntung saya mempunyai lemari besi untuk menyimpan uang hasil penjualan di toko. Uang itu nantinya saya gunakan untuk membayar tunai pembelian dagangan saya, dan memperoleh potongan harga. Lumayan, menambah keuntungan.
Selalu berpikir positif agar hasil usaha makin produktif.
…
Mas Redjo

