Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain.”
(Peri bahasa)
…
| Red-Joss.com | Di balik isi peri bahasa ini, terkandung makna sebuah “kesetiaan tiada tara, ketulusan sejati, dan komitmen.”
Kesetiaan Laksana Membangun Menara
Pribadi yang setia dan tulus hati adalah sosok pribadi yang memiliki komitmen serta sikap tulus. Dia pribadi yang bersikap konsisten dan berintegritas.
“Sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain,” membuktikan, bahwa pribadi yang bersikap setia, laksana orang yang membangun sebuah menara.
Mengapa? Karena membangun sebuah menara juga bertujuan membangun sebuah keagungan dan kemegahan sebagai simbol jati diri sang manusia.
Demikian pula, tatkala sesosok pribadi setia saat dia menyulam selembar kain.
Selembar kain telah jadi saksi bisu pengorbanan pribadi yang tekun dan setia.
Selembar kain dapat menyimbolkan harga diri dari sang pribadi perakitnya.
Itulah sebuah menara sebagai simbol kerja keras, kesetiaan, dan harga diri dari sosok penciptanya.
Lewat tulisan ini, kita diajak untuk merenungkan makna sejati dari sebuah perjuangan dan kerja keras.
Misteri keajaiban hanya dapat terjelma, karena kesetiaan dan ketulusan hati pribadi itu.
Mari, kita tumbuhkan sikap setia dan ketulusan di dalam hidup serta pengabdian kita!
…
Wolotopo/Ende, 30 Mei 2024

