“Jika tidak ingin dipermalukan oleh orang lain, jangan mempermalukan dia, dan teristimewa kita khianati Guru atau Junjungan sendiri.”
…
| Red-Joss.com | Kredo keimanan itu tidak sekadar teori untuk dihafal, tapi harus dihidupi dalam keseharian agar mengakar dan mendarah daging dalam hidup ini. Sehingga kita paham, tidak mengkhianati, dan menyalibkan-Nya kembali.
Intisari agar tidak dikecewakan dan dikhianati oleh sesama adalah, terlebih dulu kita jangan melakukan hal itu.
Bagaimana, jika kita dikecewakan dan dikhianati lebih dulu?
Tidak membalas, tapi memaafkan. Bisa jadi orang itu tidak pahami arti pertemanan atau persahabatan. Bisa jadi pula dia khilaf.
Alangkah bijak, jika dimaafkan dan didoakan untuk dilupakan, dan ikhlas.
Karena tidak ingin mengecewakan Guru, Junjungan, atau Tokoh idola, ya, kita menjaga sikap berperilaku sopan, untuk menghargai, menghormati, dan rendah hati. Apalagi saat sowan dan berbincang dengan beliau.
Begitu pula dengan sikap kita, jika tidak ingin mengecewakan dan melukai hati Allah yang diimani.
Caranya adalah dengan menjaga keimanan kita agar tidak tergoda dan jatuh ke dalam dosa. KitaJaga Hati agar Tidak Jatuh ke Dalam Dosa jujur dan bersikap benar dalam hidup keseharian. Karena Allah melihat hati kita.
Dengan berpegang teguh untuk jujur, kita mudah tergoda dan tergiur harta dunia. Jika kita khilaf dan culas untuk perkaya diri berarti kita menyakiti hati Allah.
Dengan bersikap benar, kita dituntut untuk bersaksi dan menyuarakan kebenaran tanpa takut. Karena Allah yang membela kita.
Jaga sikap dan perilaku dengan nafas doa. Mohon penyertaan dan pendampingan Allah agar kita taat dan setia pada-Nya hingga akhir hidup kita.
“Imanmu menyelamatkan hidupmu.”
…
Mas Redjo

