| Red-Joss.com | “Mungkin, kau ada salah ngomong,” kata E mengingatkan.
Saya diam merenungkan sikapku terhadap para pelanggan sedari pagi hingga siang ini.
Faktanya, lebih dari 3 jam saya belum memperoleh order narik penumpang. Ternyata, faktornya adalah ada seorang penumpang yang memberi rating bintang satu pada saya. Sungguh menyakitkan, dan baru kali ini terjadi.
Selama ini saya membiasakan diri untuk menyapa ramah penumpang dan mengucapkan terima kasih, setelah saya mengantarkan mereka selamat hingga ke tujuan.
Tidak hanya itu, untuk menunjang pelayanan yang baik itu saya juga mempermak interior dalam mobil, menyediakan minuman mineral, tisue, kotak obat, dan dalam mobil senantiasa harum. Semua itu demi kenyamanan penumpang!
Tapi diberi rating bintang satu? Saya tidak mau berprasangka buruk pada penumpang. Bisa jadi salah pencet. Lebih bijak, jika saya mendoakan mereka agar hati ini jadi tenang dan tentram. Bisa jadi pula, saya diingatkan agar istirahat. Tidak sekadar mengejar setoran untuk bayar cicilan mobil.
Aneh tapi nyata, seusai berdoa, tiba-tiba teleponku berdering.
Seorang pelanggan yang tidak jauh dari rumah, meneleponku. Aku diminta mengantar rombongan Ibu-ibu besok hari Minggu ke Gua Maria Bukit Canada, Rangkas Bitung.

Puji Tuhan, aku sekalian sowan pada Bunda Maria.
“Ibu, inilah anakmu…”
Aku lalu bersenandung lagu Nderek Dewi Maria…
…
Mas Redjo


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.