| Red-Joss.com | Selain Tik Tok-an, para nitizen +62 mempunyai kebiasaan baru, yaitu ‘take and delete’. Mau makan difoto dulu, kumpul temen fota-foto. Bahkan saat terjadi kecelakaan, kebakaran, atau bencana, kita bukannya menolong dan menyelamatkan diri, melainkan mengambil foto dan memposting di medsos dulu.
Lagi dan lagi kebiasaan Nitizen +62 berikutnya setelah melihat, sori tidak menarik, ganteng, cantik, atau gayanya norak, lalu digapus. Begitu mudah untuk bereaksi ambil, lihat, dan hapus.
Kebiasaan itu sering mewarnai hidup kita. Bila hal itu terjadi ingatlah tiga hal ini.
Pertama: “Make a good decision if you want delete.” Buatlah pilihan dan keputusan yang tepat sebelum kita menghapus. Bukan soal suka atau tidak suka. Bukan pula soal menarik atau tidak, bagus atau tidak, melainlan soal pilihan dan keputusan.
Setiap orang, hal, momen, kejadian itu mempunyai makna dan pesan. Tidak semua orang mampu, bisa melihat, dan mengambil makna dari setiap hal. Mereka yang mampu mengambil maknanya adalah mempunyai hati yang luas dan rendah hati.
Kedua: “Purify your consciousness, don’t pollute it.” Jernihkan dan murnikan kesadaran hati, pikiran dan nurani, bukan hanya saat ambil, lihat, dan pilih. Tapi juga saat mau menghapus. Pertama-tama hapuslah segala hal buruk dan jahat dalam diri kita, pengalaman buruk, lakukan pertobatan dan pembenahan hidup. Meski tidak mudah, tapi, bila serius dilakukan akan membawa berkat dan kekuatan untuk melangkah.
Memurnikan kesadaran dan membersihkan hal-hal buruk mengajari kita untuk bijaksana dalam hidup. Tidak semua hal diambil, tidak semua diposting, dan tidak sembarangan juga menghapus. Hidup itu tidak untuk gaya, pamer, atau agar mendapat jutaan pengikut. Tapi hidup kita sendiri sungguh amat istimewa dan berharga di hadapan Tuhan maupun sesama. Syukuri, maknai, berbagi, dan hidupi dengan sembah bakti bagi Dia yang layak diimani dan dipuji.
Ketiga: “Be carefully of what goes in.” Semua yang dari luar diri bisa mempengaruhi. Juga tidak semua hal bisa dimasukkan, diambil, dan disimpan.
Ingat, jika Hp itu kelebihan beban akan lemote dan hang. Begitu pula dengan hidup kita, jika semua hal itu tidak dipilah dan difilter dengan baik, maka hidup kita bakal lemot dan suntuk pula.
Berhati-hatilah dan bentengi diri ini dengan tiga keutamaan: iman, harapan, dan kasih agar sukses dan bahagia.
Deo gratias.
…
Edo/ Rio, Scj

