“Let your dreams be bigger than your fears and your actions be louder than your words.” – Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | Bermimpi itu boleh, bahkan kita harus mempunyai mimpi besar. Karena itu langkah awal sukses dalam hidup. Kenapa mimpi sering tidak kunjung jadi nyata? Jika mimpi itu tetap mimpi pasti tidak akan jadi nyata.
Wujudkan mimpi dengan tiga hal ini:
Pertama: Plan. Buat perencanaan untuk jadikan mimpi itu jadi nyata. Tidak usah yang muluk-muluk. Tapi buat rencana yang sederhana dan realistis. Contoh: mimpi mau jadi youtuber terkenal, tapi tidak pernah satupun kreasi yang dihasilkan, ya, sama saja itu bohong. Mau jadi penulis terkenal, menulis saja tidak pernah. Mau jadi pengusaha sukses, mulai usaha saja gamang dan takut.
Buat rencana yang realistis dan sederhana. Aksi pun jadi gampang. Jangan sampai mimpi itu sudah tidak realistis, rencana juga tidak realistis, dan aksi juga tidak realistis. Wajar saja mimpi itu tidak pernah jadi nyata.
Kedua: Do it. Mimpi tanpa aksi selamanya akan tinggal mimpi. Wujudkan mimpi itu dengan tindakan. Mungkin yang kita lakukan itu sederhana dan kecil. Jika aksi itu terus dilakukan, maka mimpi itu jadi nyata.
Ingat tindakan itu harus lebih keras dari kata-kata. Kita jangan banyak omong, tapi lakukan dan kerjakan. Mencoba dan terus mencoba. Karena setiap tetes keringat itu tidak akan jatuh dengan sia-sia.
Ketiga: Pray. Berdoa ini yang sering dilupakan. Mimpi boleh, rencana itu penting, dan tindakan itu juga perlu. Tapi di atas semuanya itu yang jauh lebih penting adalah berdoa. Karena doa membuat mimpi besar itu jadi cita-cita. Doa membuat rencana kita makin terencana dan seturut kehendak-Nya. Doa membuat kerja dan usaha yang dilakukan penuh kegembiraan dan berkat. Doa menguatkan dan memberi harapan saat kita gagal, jatuh, dan terpuruk. Doa itu juga mendekatkan kita pada Tuhan dan selalu memberi harapan, jalan, dan solusi.
Berjuang pantang menyerah dan bertekun doa, maka tidak ada yang mustahil.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

