Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Jika kita ingat pada kesempurnaan lukisan langit-langit Sistine Chapel (kapel Sistine di Vatikan), dan pada kemegahan patung Liberty, di New York, USA, kita akan teringat pada keagungan komitmen Michelangelo dan Bartholdi.”
…
| Red-Joss.com | Pada suatu kesempatan, sejumlah teman Michelangelo mengajaknya untuk bersantap siang bersama.
Namun, sang maestro itu berkata, “Sekarang, saya memerlukan waktu untuk menuntaskan detail-detail lukisanku.”
Teman-temannya berkata, “Siapa, yang nanti akan melihat detail lukisanmu di atas langit-langit setinggi kapel?”
“Ya, biarlah aku sendiri yang akan melihatnya.”
Demikian pula tatkala helikopter berputar-putar di atas langit New York demi menyaksikan kemegahan patung Liberty, siapa yang akan peduli pada kesempurnaan ciptaan sang pematung itu, demikian pendapat banyak orang.
Hal / prinsip asal jadi atau asal jalan, tidak berlaku bagi setiap pribadi yang โberkomitmen agungโ atas tugas dan karya pelayanan mereka. Demikian pula bagi maestro Michelangelo dan Bartholdi.
Betapa penting dan agungnya, sikap setiap orang yang berkomitmen tinggi. Mereka melakukan sebuah misi pelayanan dalam bidang apa pun, pertama-tama, bukan karena disuruh atau karena akan diperiksa, tapi, lebih atas dasar kekokohan sebuah komitmen.
Itulah kekokohan sebuah pribadi agung. Itulah keluhuran dari sebuah karakter agung.
Mereka senantiasa memiliki target dan tekad besar sesuai ketulusan nurani mereka, dan bukan atas dasar kepentingan tertentu.
Saudara, di mana, kini, kita akan menemukan pribadi seagung ini, di atas bumi maya ini.
Semoga, di tengah-tengah kita kini pun, hadir pribadi-pribadi berkomitmen seagung ini.
Kita pun percaya, bahwa generasi muda kita, kelak akan melakukan pelayanan prima seagung Michelangelo dan Bartholdi.
…
Kediri,ย 26ย Meiย 2024

