Red-Joss.com – Sewaktu kecil kita diajari makan 4 sehat 5 sempurna agar tubuh kita jadi kuat dan sehat. Setelah besar kita diajari 4 sehat 5 bahagia agar kita berorientasi demi masa depan untuk hidup sukses dan bahagia.
Dulu, menu 4 sehat 5 sempurna itu termasuk menu yang komplet, mewah, dan bergizi. Sehingga cukup sulit ditemukan dalam keluarga biasa yang lebih akrab dengan makan yang banyak asal perut kenyang.
Kini, saat ekonomi masyarakat makin membaik, menu komplet itu tidak sebatas milik orang gedongan dan kaya, karena masyarakat biasa mampu menikmatinya.
Begitu pula dengan sang waktu yang tidak pernah mau menunggu. Pelan tapi pasti, sang waktu terus bergerak menuju perubahan zaman.
Semangat perubahan itu yang harus diikuti dan diantisipasi ke depannya agar kita tidak digerus zaman dan ditinggalkan. Karena kita bukan penonton, melainkan pelaku kehidupan.
Sebagai pelaku kehidupan dengan semboyan 4 sehat 5 bahagia, kita dituntut untuk makin kreatif agar efektivitas kerja kita menunjukkan produktivitas demi memperoleh sukses.
4 sehat 5 bahagia itu mempunyai makna yang dalam. Untuk hidup bahagia, kita dituntut sehat jasmani, rohani, keuangan, dan sehat untuk berbagi pada sesama agar kita bahagia.
Artinya, untuk hidup sukses dan bahagia, kita diajak bekerja dengan hati. Bukan bekerja asal-asalan, asal digaji, atau asal Bapak senang. Melainkan bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab, karena kita diberi kesempatan dan dipercaya. Sehingga kita bekerja dengan baik untuk memperoleh hasil yang maksimal.
Dengan sehat jasmani dan rohani, keuangan kita juga dijamin sehat. Ketika kita berani mencukupkan diri untuk mensyukuri anugerah Allah. Tanpa membandingkan dengan rezeki atau hidup orang lain.
Sesungguhnya semboyan hidup 4 sehat 5 bahagia itu mengajak kita untuk jadi pribadi yang berempati, peduli, dan berbagi pada sesama agar kita peroleh sukses dan bahagia.
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

