Salam hormat dari kawanan kecil domba di Indonesia untukmu Sang Gembala Gereja, Paus Fransiskus.
Yang Mulia Bapa Paus,
Dengan bangga dan sukacita, kami tulis surat ini kepadamu, setelah mendengar agenda kunjungan Bapa Paus di bulan September nanti.
Doa dan harapan kami domba-domba, semoga Yesus Sang Gembala Agung melancarkan semua agenda, sehingga kita dapat bertemu dan berdoa bersama dalam perayaan Ekaristi Kudus.
Bapa Paus yang terkasih,
Menjelang kedatangan ke Indonesia, kami ingin ceritakan beberapa hal berikut, agar menjadi informasi yang kiranya berguna.
Ceritanya berbentuk ayat-ayat sajak, semoga berkenan bagi Bapak Paus.
1.
Pelangi Nusantara
Syukur kepada Sang Pencipta
menitipkan surga kecil di Indonesia tercinta
Alam yang kaya dan beraneka ragam potensi
Sebaran aneka suku, adat budaya, kepercayaan dan agama
Sejarah peradaban yang luhur dan dinamis
Terukir di bumi Nusantara
Tercipta di tanah air Indonesia
Indonesia adalah rumah dunia
Indonesia adalah miniatur wajah suku bangsa
Indonesia menjadi mercusuar peradaban
Indonesia adalah taman kemanusiaan universal
dalam nafas Pancasila dan semangat Sang Saka Merah Putih
Indonesia Pelangi Nusantara untuk dunia
2.
Pesona Garuda Pancasila
Para Pendiri Negara Indonesia
telah mewariskan sebuah intisari nilai, falsafah dan kearifan kemanusiaan hakiki bagi kami segenap warga negara Indonesia
Itulah Dasar Negara dan Ideologi Pancasila
Warisan luhur ini digali dan diwarisi dari khasanah kebijaksanaan para leluhur bangsa
Dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”
Kami berbeda-beda suku, adat budaya, bahasa, kepercayaan dan agama
Tetapi
bersatu saling menghargai
dalam rumah NKRI
Pancasila mempersatukan jiwa raga kami
di luasnya wilayah tanah air tercinta
dalam rahim Negara Kesatuan Republik Indonesia
dengan tujuan mulia membangun kesejahteraan bersama
Kehidupan yang adil makmur
Tata tentram gemah ripah loh jinawi
Dan
Semua makna hakiki dalam lima sila Pancasila
bukan saja berkat untuk bangsa Indonesia
Tetapi
sungguh menjadi amanah bagi segenap bangsa di dunia
Pancasila menegaskan hakikat totalitas pribadi manusia
Ada nilai spiritualitas dan iman
Ada nilai kemanusiaan universal
Ada nilai solidaritas persaudaraan sesama manusia
Ada nilai musyawarah dan gotong royong demi kebaikan bersama
Ada nilai keadilan sosial dan solidaritas kemanusiaan atas dasar persaudaraan dan kasih sayang
3.
Kawanan Kecil Domba-domba
Penduduk di tanah air Indonesia
terdiri dari aneka suku, adat budaya, kepercayaan dan agama
Semuanya tersebar dari Merauke di Timur sampai Sabang di Barat
Dari Mianggas di Utara, hingga Rote di Selatan
Ada banyak kepercayaan asli sesuai adat budaya setiap suku
Ada banyak agama yang hidup di tanah air kami
yakni Islam, Hindu, Budha, Konghucu, Kristen dan Katolik.
Kami umat Gereja Katolik
adalah Kawanan Kecil Domba-domba,
di antara dua ratusan juta saudara yang beragama lain
Kami saling menghargai di dalam pelukan falsafah dan dasar negara Pancasila
Kami 100% Warga NKRI dan 100% Warga Gereja Katolik
4.
Anak-anak Cahaya di Samudra
Di tanah air Indonesia
kami telah terlahir dan menjadi pewaris negeri ini
Kami diberikan alam yang subur dan kaya aneka ragam sumber daya
Kami disinari sang Surya dan diikat lintas garis Kathulistiwa
Maka,
kami menjadi putra-putra fajar
kami menjadi putri-putri mentari
kami putra-putri pembawa cahaya
kami generasi pewaris terang semesta
Yang membawa amanah Sang Pencipta
menjadi terang bagi sesama
Syukur kepada Allah
Ribuan pulau besar dan kecil
di antara dua benua dan samudra
Kami terlahir di tanah air maritim
nenek moyang kami adalah para pelaut
dan para petani
Kami belajar menerjang samudra
agar bisa menjadi garam
yang membagi rasa gurih bagi sesama
Kami kawanan kecil domba
yang tersebar di antara ratusan suku bangsa kepercayaan dan agama
yang berbeda-beda tetapi bersatu
dalam bangsa dan negara Indonesia tercinta
Selamat datang Bapa Paus Fransiskus.
Kami menantimu dengan rindu dan doa. Inilah cerita awal tentang bangsa dan negara Indonesia tercinta. Nanti
disambung ceritanya pada surat berikut.
Mohon doa dan berkat Kasih Allah melalui tanganmu.
Terimakasih, semoga Bapa Paus sehat selalu.
…
Simply da Flores

