Oleh: Fr. Christoforus, BHK
“Pada daun-daun pintu tertutup kami sendengkan daun telinga harapan kami.”
(Amanat Kesadaran Hidup)
…
| Red-Joss.com | Pada daun-daun pintu yang tertutup, kami sendengkan daun-daun telinga harapan kami.
Seringkali orang akan segera berputus asa di saat menghadapi aneka hambatan dan tantangan hidup.
Tantangan hidup itu dapat disimbolkan dengan dedaunan pintu yang erat dan rapat tertutup alias terkunci.
Padahal sang kebijaksanaan pun telah mengajarkan, bahwa, jika ada daun-daun pintu yang tertutup, maka akan ada juga daun-daun pintu yang terkuak lebar.
Ada pun maknanya, bahwa di dalam hidup ini, selalu ada celah-celah pengharapan. Di balik gulita hidup akan ada secercah harapan, lewat dedaunan pintu terkuak. Itulah yang disebut setitik sinar pengharapan. Post nubila lux, kata orang Latin.
Betapa banyak orang yang sudah terjerumus ke dalam lembah keputusasaan, karena kehilangan harapan.
Mereka adalah para pengecut yang gampang dikibuli oleh mimpi buruk tentang ramalan sang nasib sial.
Nasib mereka dapat disejajarkan dengan sejumlah ungkapan klasik, “layu sebelum berkembang, atau gugur sebelum berlaga.”
Padahal di sisi yang lain, sejatinya hidup ini justru memiliki banyak alternatif dan pilihan yang sangat terbuka bagi orang-orang yang berani bersikap, kreatif, serta inovatif.
Maka, di dalam konteks ini, orang-orang perlu dibekali dengan sikap berani dan setitik harapan.
Faktanya banyak orang di dalam hidup ini ternyata sangat gampang menerima nasib sial hanya karena sikap putus asa.
Padahal di dalam hidup yang penuh rahmat ini, telah ditawarkan aneka alternatif sebagai pilihan bebas!
…
Wolotopo / Ende, 23 Mei 2024

