“Why should we be discouraged, the final whistle yet!” – Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | Seorang Ayah bangga dengan putranya yang piawai bermain sepak bola. Sesaat sebelum pertandingan final dimulai, Ayahnya yakin, bahwa team putranya akan menang.
Putranya juga yakin akan hal itu. Akhir babak pertana kedudukan dengan score 0:0. Namun 15 menit babak ke dua team putranya kalah 3 goal. Score 0:3.
Menyaksikan kenyataan itu Ayahnya ragu, sedih, khawatir dan putus asa. Putranya menampakan wajah yang frustasi dan sedih pula. Tapi pelatih meyakinkan, bahwa mereka bisa menang. Karena pertandingan belum berakhir.
Pada akhinya team putranya menang dengan score 5:4. Ayahnya seolah tak percaya, tapi sekaligus bergembira.
Sesungguhnya hidup ini ibarat pertandingan. Ada saat menang dan saat kalah. Ada saat bersemangat, ada pula saat patah semangat. Beragam masalah, kegembiraan, maupun kelegaan. Hidup adalah kesempatan dan peluang yang harus direbut untuk dimenangkan.
Teruslah berjuang maksimal sampai garis finis. Jangan berkecil hati. Ingatlah tiga hal ini:
Pertama: ‘The final whistle yet’. Peluit akhir pertandingan belum berbunyi. Masih ada kesempatan dan peluang. ‘Vita est brevis’ – Hidup itu singkat. Gunakan yang singkat, pendek dan terbatas itu dengan sebaik-baiknya untuk merebut kemenangan.
Kedua: ‘Remember there are many support; support of friends, support of family, support of higher powers to help us, has not been blown yet’. Ingat ada banyak dukungan dalam hidup kita. Baik dari teman, keluarga, dan terlebih dari Tuhan sendiri. Peluit akhir belum berbunyi, karena itu tidak ada kata terlambat
dan tak ada yang mustahil.
Ketiga: ‘Give the best, never give up’. Berikanlah yang terbaik dan jangan menyerah. Berusaha dan berjuang semaksimal mungkin memberikan yang terbaik, karena hidup ini harus dimaknai.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

