Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Apa makna esensial dari detak-detak nan sayup derap sang waktu?”
(Misteri Filosofi Hidup)
…
| Red-Joss.com | Adalah sebuah fakta konkret, bahwa manusia hidup terikat pada aspek ruang dan waktu secara kronologi.
Sang manusia menyebutnya hari ini, kemarin, dan besok. Atau dalam hitungan panjang, masa kini, masa lalu, dan masa depan.
Apa itu waktu? Secara gamblang dapat didefinisikan sebagai seluruh rangkaian, ketika suatu proses perbuatan atau keadaan berada dan berlangsung.
Sebaliknya secara filosofis, waktu adalah bagian hakiki akal budi manusia. (Waktu tidak berada di alam), tapi di dalam pikiran manusia.
Sejatinya, manusia itu yang memberikan nama atau gelar, berupa โsekon, detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, serta abadโ kepada seluruh rangkaian waktu.
Nyata pula, bahwa waktu selalu bergerak ke depan secara linier dan tak kenal surut atau pun menoleh.
Detakan waktu adalah seluruh rangkaian saat yang bergerak ke depan (yang terdengar berbunyi), seperti (tak-tak-tak) mendetak dalam hitungan detik.
Di dalam konteks sosial filosofis dimaknakan, sebagai seluruh rangkaian saat yang berlangsung (dalam kesadaran manusia). Itulah detak sang waktu!
Juga pernah dikisahkan secara religius, bahwa ada seseorang yang berkeluh kesah kepada Sang Al Khalik, “Mengapa Engkau tidak mengingatkan aku, bahwa saat kematianku sudah mendekat?”
Sang Al Khalik menjawab, “Ah, masa sih, bukankah Aku juga telah mengingatkan engkau lewat matamu yang mulai rabun, telingamu yang mulai menuli, dan daya ingatanmu yang kian menurun?”
Lewat fenomena gangguan menurunnya kesehatan secara fisik, hal itu justru merupakan peringatan dari Tuhan, bahwa kita secara perlahan-lahan telah mulai bergerak ke depan seirama detak denyut detik sang waktu.
Semua peringatan dini lewat fenomena menurunnya daya tahan secara fisik mental ini, justru merupakan sebuah teguran lewat detakan waktu bagi Anda dan saya.
Mungkin, kita sebagai manusia yang justru tidak mengindahkan semua realitas itu lewat kesadaran kita.
Karena bukankah secara filosofis, waktu itu justru berada di dalam pusat kesadaran manusia?
Marilah kita hidup dengan kesadaran, ibarat kesetiaan tak terhingga dari detak waktu dari saat ke saat sepanjang hidup kita.
Sesungguhnya sang waktu itu yang dengan setia dab ikhlas telah mengajarkan kita tentang seluruh realitas hidup ini.
Waktu adalah bagian hakiki dari akal budi manusia!
…
Kediri,ย 19ย Meiย 2024

