“Making mistake is our nature.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Semua orang pernah membuat kesalahan, isn’t it? Kesalahan demi kesalahan kita buat. Besar dan kecil. Sedang yang namanya kesalahan tetap kesalahan. Bahkan kadang kesalahan itu fatal yang berujung pada hal buruk dari karier, relasi, persahabatan, bahkan bubarnya ikatan perkawinan.
Hari ini ambillah pensil, lihat dan amatilah. Pensil selalu dilengkapi dengan penghapus. Tapi ada juga yang tidak. Setiap kita salah menggoreskan pensil tersedia penghapus yang siap menghapus goresan yang salah itu. Ingatlah mistakes can be erased – setiap kesalahan bisa di perbaiki. Memang benar ada beberapa kesalahan yaang tidak mungkin diperbaiki, namun kita bisa menerimanya, memaafkan, dan biarkan Tuhan menghapus semua kesalahan itu.
Ingatlah tiga hal ini ketika kita membuat kesalahan:
Pertama: ‘to make a mistake is a part of our nature’. Membuat kesalahan itu manusiawi. Semua pernah salah, yang membedakan adalah, apakah kita sadar, menyesal, dan memperbaikinya.
Kedua: ‘acceptance of mistakes shows our culture’. Terima dan akuilah. Ketika kita berani untuk menerima dan mengakuinya satu langkah kebaikan telah kita lakukan. Hebatnya lagi, kalau kita mau memperbaikinya dan bertobat tidak melakukan kesalahan lagi. Hal itu menunjukan kualitas diri kita sebagai pemenang.
Ketiga: ‘correcting mistakes decides our stature’. Mau belajar dari kesalahan dan tidak untuk menyalahkan, belajar memperbaiki diri tidak untuk menghukum diri adalah langkah luar biasa menuju pertumbuhan.
“Hidup progresif adalah menerima kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi, tapi memperbaiki diri.”
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

