“Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita” (Luk 9:49).
…
| Red-Joss.com | Tidak usah mencari musuh, tapi carilah sahabat. Berusahalah hidup dalam persaudaraan, tidak dengan permusuhan.
Jadikan perbedaan-perbedaan itu sebagai kesempatan untuk belajar, tidak untuk saling menjatuhkan. Tumbuhkan selalu sikap hormat dan menghargai, tapi tidak untuk terus mencurigai dan membenci.
Faktanya kita banyak perbedaan. Situasi yang kita alami juga beragam. Hidup yang sedang kita jalani ada di tengah perbedaan-perbedaan itu.
Umumnya pribadi yang tidak bisa hidup dengan hal yang berbeda dan beragam itu cenderung memisahkan diri dan menolak yang lain. Berbeda halnya dengan yang bisa hidup di tengah perbedaan-perbedaan itu, karena dia akan belajar untuk bisa hidup bersama.
Intinya: ketika kita bisa melakukan kebaikan-kebaikan secara bersama, maka kita tidak akan terus-menerus mempersalahkan adanya perbedaan-perbedaan itu. Kebaikan harus dilakukan dan dinikmati bersama. Faktanya kita berbeda, tetapi kita bisa berbagi kebaikan, berarti kita bukan musuh, tapi bersaudara.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

