Simply da Flores
…
1.
Harkat Perempuan
Tangan takdir menulis mantra
Perempuan artinya yang dihormati
Raganya dari emas dan berlian
Jiwanya dari samudra dan angkasa
dihiasi pelangi purnama dan bintang
Matanya sinar cahaya mentari
Tetapi …
nasibnya diberi angin dan debu tanah
yang melahirkan angka generasi
“Putra-putra fajar kathulistiwa
untuk menerjang ombak gelombang
Putri-putri cahaya surya
untuk menenun hembusan angin”
Perempuan
adalah kanvas lukisan realita semesta
terpatri wajah darah dan air mata
diwarnai cerita suka duka
dengan ekspresi sejuta tanya
Menggendong jawaban makna sempurna.
dalam kelana kodrat jiwa raganya
2.
Perempuan dan Debu Tanah
Ibunda…
seperti amanah kodrati nasibmu
Setiap anak manusia di kandunganmu
Tak ada usul saran dan kompromi
engkau terlahir sebagai perempuan
kami pun terlahir sebagai anakmu
Debu tanah ajaib adanya
merangkul lahir hidup dan mati
terus beranak pinak generasi
tak ada yang bisa lari pergi
tinggalkan realita rahim bumi
mengingkari rahim dan air susumu
3.
Perempuan dan Api
Mama…
Izinkan kami bertanya padamu
Mengapa engkau menelan api
lalu hembuskan nyala di kepala kami anakmu
dan letakkan bara di kaki
putra-putrimu?
Mama…
jawablah rindu damba kami anakmu
Mengapa menyusui kami dengan mantra
kenyangkan lapar dengan benda angkasa
puaskan dahaga dengan asin samudra
Dan tuntun kami dengan nyala api membara?
4.
Perempuan dan Samudra
Sabda semesta menggema abadi
“Beranak-pinaklah engkau perempuan
seperti hamparan pasir pantai lautan
laksana jutaan bintang angkasa”
Engkau Bunda samudra
Engkau Ratu angkasa
Perempuan…
ajaib dan mengagumkan
siang malam mengantar kasih sayang
seperti tarian ombak gelombang
Lestari abadi menerima apa saja
tersenyum anggun sambut lara derita
diam sahaja saksikan suka cita
dari putra-putri takdir semesta
5.
Perempuan dan Pelangi
Hujan air matamu menyirami debu tanah
Awan hitam selimuti wajahmu
Guntur gemuruh guncang pikiranmu
Dan
di tungku dapur api nasib kodratmu
Aneka sajian rezeki kehidupan
engkau sulam warna warni
engkau tenun pelangi makna hakiki
Engkau sungguh yang terhormat
Engkau begitu ajaib mempesona
Memasak duka lara dan senyum tawa
demi perjamuan harkat manusia
menggenapi sabda kodrat semesta
6.
Perempuan dan Bulan Bintang
Seperti bulan dan bintang
tidak setiap waktu ajaibmu disadari
tidak selalu jasamu diakui
Siang hari kami nikmati jasamu
dan tidak melihat hadirmu ajaib
Ternyata seperti bulan
engkau ditelan kegelapan malam sanubari
Dan saatnya perlahan kelihatan mata
apalagi pesona purnama harkatmu
tak banyak yang peduli padamu
Engkau seperti kerlip bintang-bintang
jarang cahayamu kami pandang
karena bola mata kami disilaukan
gemerlap aneka pesona zaman
7.
Perempuan dan Mentari
Perempuan
engkau sungguh ajaib mengagumkan
engkau ibu kehidupan
engkau rahim generasi peradaban
engkau debu tanah dan samudra
engkau api, bulan dan bintang
Perempuan…
ternyata ajaibmu takdir semesta
Engkau mengandung cahaya sabda
Engkau melahirkan Sang Surya
energi cinta yang tak bertepi
daya kasih sayang lestari abadi
dalam realita penuh misteri
…

